KAMI Jabar Buka Suara Terkait Aksi Penyekapan Terhadap Anggota Kepolisian

demo

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/10/2020). Terkait adanya aksi penyekapan yang dilakukan terhadap anggota kepolisian pada aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada tanggal 8 Oktober, dibantah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI Jabar.

Sebelumnya, ada tiga tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus itu.

Meski tak ada di lokasi kejadian, Presidium KAMI Jabar Syafril Sofyan mengaku sudah menghimpun laporan dari berbagai pihak kemudian menarik simpulan.

Syafril Sofyan menjelaskan, mulanya ada orang berpakaian preman yang diketahui polisi berpangkat Brigadir berinisial A masuk ke halaman rumah yang jadi posko relawan.

A datang dengan membawa semacam pentungan lalu mengucapkan nada provokatif. Relawan yang berada di sana lantas bertanya identitas A.

Namun saat itu A tak mengaku sebagai polisi. Dia tak menjelaskan secara rinci ujaran provokatif yang dimaksud.

“Di sini saya ingin meluruskan bahwa kejadian itu tidak ada yang namanya penyekapan,” kata Syafril Sofyan, dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020).

Kemudian, A kembali menuju ke arah gerbang namun ditutup oleh relawan. Saat itu, relawan menilai A sebagai perusuh sebab tiba-tiba datang kemudian mengucapkan nada provokatif.Lalu, terjadi adu mulut hingga dugaan pemukulan namun tak terjadi penyekapan sebagaimana yang dituduhkan.

“Kalau ada pemukulan dan segala macem mungkin (ada) lah. Menurut Pak Robby bahwa dia melerai itu dan dibawa ke luar itu orang sehat dan berjalan dengan baik. Enggak ada penyekapan terus disiksa dan segala macam,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan 75 orang dalam kasus itu. Lalu, polisi melakukan pengembangan dan menetapkan tujuh tersangka. Tiga tersangka yang ditahan di Mapolda Jabar merupakan simpatisan KAMI. Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 170 dan 351 dengan ancaman di atas dari 5 tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KSPI: Buruh Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Apalagi Terlibat Membahasnya

Read Next

8 Aktivis KAMI yang Ditangkap Seperti ‘Presidential Prank’