Hari ini Rupiah Diperkirakan Stagnan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/10/2020). Pada pembukaan perdagangan Kamis (15/10/2020) hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat. Akan tetapi rupiah kembali melemah saat menjelang siang hari.

Bloomberg melaporkan, Kamis (15/10/2020), rupiah dibuka di angka 14.685 per dolar AS, menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.717 per dolar AS. Hingga pukul 10.30 WIB rupiah berbalik melemah hingga berada di level 14.717 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.685 per dolar AS hingga 14.717 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 5,91 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.760 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.780 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah diprediksi bergerak datar seiring potensi tertundanya kesepakatan atas stimulus lanjutan di Amerika Serikat (AS).

“Isu stimulus AS mungkin memberikan tekanan untuk rupiah setelah Menteri Keuangan AS memberikan penegasan bahwa kesepakatan stimulus bakal terjadi setelah pemilu presiden karena banyak perbedaan yang belum disepakati,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, dalam keterangannya.

Menurutnya pasar juga mewaspadai rencana demo buruh yang akan berlangsung selama sepekan ke depan.

“Tapi di sisi lain aksi net buy asing di pasar saham Indonesia bisa membantu penguatan rupiah terhadap dolar AS,” kata Ariston.

Ia menuturkan melihat faktor-faktor di atas, rupiah mungkin masih akan bergerak datar (sideway) di kisaran yang sama dengan Rabu (14/10/2020) kemarin.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Pada Rabu (14/10/2020) kemarin, rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.718 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.725 per dolar AS.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

8 Aktivis KAMI yang Ditangkap Seperti ‘Presidential Prank’

Read Next

Hari Ini, Harga Emas Antam Naik