69 Motor di Aksi UU Cipta Kerja Didenda Rp 250 Ribu

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/10/2020). Saat aksi demo omnibus law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, telah diamankan sebanyak 69 motor oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Motor tersebut ditahan polisi karena melanggar lalu lintas.

Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Argo Wiyono dalam keterangannya mengatakan, 69 motor diamankan dari kerusuhan demo omnibus law UU Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020). Dari 69 kendaraan yang diamankan, 25 pemilik telah mengkonfirmasi kendaraannya tersebut ke polisi.

“Totalnya ada 69 kendaraan roda dua. Motor-motor tersebut telah kami data dan sampai dengan hari ini ada 25 orang yang datang untuk mengambil. Namun demikian prosedur dan tata cara harus dipenuhi,” kata Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Argo Wiyono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Argo mengatakan motor-motor tersebut diamankan di sejumlah lokasi di Jakarta, mulai dari kawasan Patung Kuda Wiwaha, depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, hingga kawasan Sarinah.

Polisi tetap akan melakukan penilangan kepada pemilik motor-motor tersebut, mengingat kendaran tersebut melanggar aturan larangan parkir yang termuat di Pasal 287 ayat 3 UU No 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kita lakukan penilangan dengan Pasal 287 ayat 3 larangan parkir karena semua motor ini diparkir bukan pada tempatnya dan ada beberapa yang kami koordinasikan dengan Reskrim karena ada beberapa motor yang berasal dari peserta aksi. Namun ada beberapa juga yang berasal dari masyarakat tapi karena situasi mereka lari dan tidak berani ambil,” terangnya

“(Denda) maksimal Rp 250 ribu. Kita kenakan Pasal 287 ayat 3 UU 22 tahun 2019 tentang lalulintas dan angkutan jalan,” sambungnya.

Lebih lanjut Argo mengatakan, pihaknya berharap bagi masyarakat yang merasa memiliki kendaraan tersebut untuk segera melakukan pendataan di Polda Metro Jaya. Argo mengimbau masyarakat membawa surat-surat asli saat akan mengambil motor tersebut.

“Jadi bagi masyarakat yang merasa memiliki bisa datang ke Polda Metro untuk mengkonfirmasi dan silakan bawa surat-surat STNK, BPKB asli untuk kami datakan karena ada beberapa data-data yang perlu kami cocokkan,” tuturnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

KSPI Akan Lanjutkan Demo Tolak UU Cipta Kerja Hingga Didengar Jokowi

Read Next

Begini Surat Suara Pilbup Sukabumi 2020