Turki Kritisi ‘Arogansi’ Eropa atas Suriah

Turki Kritisi 'Arogansi' Eropa atas Suriah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2020). Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu menegur mitranya dari Swedia, Ann Linde, yang menegaskan kembali posisi Uni Eropa yang mendesak Turki untuk mundur dari Suriah.

“Menggunakan kata ‘desakan’ adalah arogan dan tidak benar dalam diplomasi,” cetus Cavusoglu saat konferensi pers di Ankara dengan Linde berdiri di sampingnya pada hari Selasa (13/10/2020).

“Anda mencoba untuk mengajar Turki tentang hukum internasional dan hak asasi manusia … tetapi Anda mempraktikkan standar ganda.”

“Dengan otoritas apa Anda meminta Turki mundur dari Suriah atau memperingatkan Turki dalam hal ini,” tanyanya.

Sejak 2016, Turki telah meluncurkan tiga operasi anti-teroris yang berhasil melintasi perbatasannya di Suriah utara untuk mencegah pembentukan koridor teror dan memungkinkan penyelesaian damai oleh penduduk setempat: Euphrates Shield (2016), Olive Branch (2018), dan Peace Spring (2019).

Cavusoglu mengatakan penarikan Turki dari Suriah utara berarti mendukung PKK yang terdaftar sebagai kelompok teror oleh Turki, AS dan Uni Eropa.

“Apakah Anda meminta Turki untuk mundur dari Idlib? Tidak, karena dalam hal ini pengungsi akan berbondong-bondong ke Eropa,” ujarnya.

Ankara juga telah mengerahkan pasukan di beberapa pos militer yang didirikannya di barat laut Idlib sebagai bagian dari kesepakatan 2018 dengan sekutu pemerintah Suriah, Rusia.

Turki menargetkan anggota kelompok teror YPG / PKK di Irak utara dan Suriah, kelompok yang bertanggung jawab atas kematian puluhan ribu orang di Turki selama beberapa dekade terakhir.

YPG adalah cabang Suriah dari kelompok teror PKK dan para anggotanya sering mencoba menyusup ke pos-pos Turki untuk melakukan tindakan terorisme.

Cavusoglu mengatakan seruan untuk gencatan senjata di Nagorno-Karabakh masuk akal tetapi harus mencakup penarikan Armenia dari tanah Azerbaijan, dan dia mengajukan pembicaraan yang akan mencakup Ankara.

Cavusoglu mengatakan pertemuan yang melibatkan 11 anggota kelompok Minsk (dibentuk untuk menengahi konflik dan dipimpin oleh Rusia, Amerika Serikat dan Prancis) akan membantu.

“Kami menganggap seruan internasional untuk gencatan senjata masuk akal. Tapi kami hanya bisa melihat keinginan masyarakat internasional untuk menyelesaikan masalah ini jika ada seruan agar Armenia juga menarik diri dari tanah Azerbaijan,” kata Cavusoglu.

Cavusoglu juga mengatakan Turki siap memenuhi kriteria apa pun untuk keanggotaan UE, jika blok itu ingin bernegosiasi dengan jujur.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cristiano Ronaldo Positif Covid-19

Read Next

Warga Palestina Mogok Makan 79 Hari