Tips Investasi Selama Masa Pandemi

Tips Investasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2020). Di masa sekarang, masyarakat perlu tetap berpikir positif dengan melihat berbagai kesempatan investasi yang ada.

Aidil Akbar Chairman & Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC dalam keterangannya menyampaikan bahwa investasi masih bisa dilakukan dalam kondisi pandemi seperti ini. Untuk memulai investasi, bisa membaginya menjadi tiga kategori.

“Pertama, investasi jangka pendek seperti tabungan, deposito, emas dan obligasi. Kedua, jangka menengah yang meliputi reksadana pendapatan tetap dan campuran. Ketiga memulai bisnis.”

Tips investasi selama masa pandemi

Beranikan untuk Investasi

Masyita Crystallin, Staf khusus Kementerian Keuangan, menyarankan agar masyarakat tidak takut untuk melakukan investasi di masa pandemi covid-19. Alasannya, supaya uang tersebut bisa berkembang tidak mengendap sekaligus membantu pemulihan ekonomi Indonesia.

“Jangan takut untuk berinvestasi di masa pandemi, karena investasi itu juga bisa dilihat dalam long run, kalau mau short run kita juga banyak alternatif investasi yang sudah kita membantu pemulihan akan tetapi juga risiko investasi kecil contohnya ori (obligasi ritel),” kata Masyita.

Saat ini, tercatat dana pihak ketiga di perbankan relatif tinggi, karena orang tidak terlalu banyak melakukan aktivitas ekonomi. Menurutnya, justru kondisi likuiditas yang cukup banyak ini memiliki peluang yang berlimpah untuk masuk ke berbagai instrumen finansial.

Meskipun banyak dari masyarakat Indonesia berinvestasi ke emas untuk jangka pendek, namun dia menyarankan ada baiknya masyarakat mulai berinvestasi jangka panjang melalui Ori atau investasi lainnya.

“Jadi di satu sisi financial investment mungkin lagi meningkat dan dalam kondisi yang seperti ini kalau di short run orang lebih suka ke emas. Akan tetapi di jangka panjang kita selalu melihat kalau kita mainnya long bukan short,” pungkasnya.

Siapkan Strategi Pembagian Dana Bulanan

Aidil Akbar menyampaikan untuk kelas menengah yang berpenghasilan sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) bisa mulai berinvestasi setelah memiliki dana darurat sebelumnya.

“Kita ambil patokan dari upah minimum provinsi kita anggap orang yang pendapatannya UMP kita anggap masuk kelas menengah. Kalau saya menggunakan rumusan yang lebih sedikit konservatif kawasan Asia itu adalah 40-30-20-10,” kata Aidil.

Di mana 40 persen untuk menunjang biaya hidup termasuk transportasi, biaya sekolah anak dan sebagainya, 30 persen dipakai untuk biaya cicilan rumah atau kendaraan yang juga bagian dari investasi. Kemudian 20 persen bisa digunakan untuk investasi, lalu 10 persen untuk tujuan sosial termasuk zakat, infaq, shodaqoh, dan untuk membantu saudara atau orang lain.

“Jadi sebenarnya ada kurang lebih 20 persen dana yang bisa diinvestasikan. Nah 20 persen inilah yang kita posting ke dalam produk investasi. Namun yang paling penting dana darurat atau emergency fund yang harus dimiliki untuk mereka yang tidak punya tanggungan sekurang-kurangnya adalah 3 bulan dari pengeluaran bulanan,” ujarnya.

Investasi Saham Dengan Cermat

Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, membagikan jurus jitu memperoleh untung dari investasi saham di tengah pandemi.

Menurutnya, jeli dan teliti memilih saham menjadi kunci keberhasilan investasi.

“Temukan saham bagus dan memiliki fundamental bagus serta dikelola dengan GCG. Kemudian, industrinya juga bagus, temukan saham seperti ini. Ini diketahui dari belajar,” ujar Friderica.

Friderica mengatakan, pemilik dana harus mempelajari satu per satu saham yang akan dibeli sebelum memutuskan menempatkan dananya. Pengetahuan mengenai fundamental perusahaan dan prospeknya untuk jangka panjang harus dipahami secara menyeluruh.

“Sebetulnya investasi pasar modal melihat prospek baik ekonomi, sektornya maupun perusahaannya. Jadi harus banyak dilihat kalau ada saham perusahaan bagus, industrinya menunjang. Kemudian prospek ke Indonesia bagus itu saya rasa saham saham yang patut untuk dikoleksi untuk jangka panjang 3, 5 atau 10 tahun seperti itu yang bisa menjadi pegangan di masa yang kan datang,” jelasnya.

Tips lain, kata Friderica, pemilik dana tidak menggunakan dana darurat untuk berinvestasi. Dana investasi bisa diperoleh dari hasil menyisihkan pos-pos pengeluaran rutin yang tidak berkaitan dengan kebutuhan kini maupun dalam waktu dekat.

“Jangan pakai uang yang dalam waktu dekat akan digunakan. Ini simpel saja misalnya dalam kehidupan sehari hari pengeluaran harus diklasifikasikan dulu. Lalu sebagian harus ada yang disisihkan untuk keperluan darurat misalkan anak sakit,” jelasnya.

“Kita harus punya cadangan atau misalnya dalam waktu dekat ada rencana mau ngawinin anak, maka jangan dipakai untuk beli investasi saham. Tapi pakai uang ibaratnya itu uang misalkan tidak usah dipikirin dalam waktu dekat tapi untuk jangka panjang,” lanjutnya.

Sementara itu, di tengah pandemi saat ini, dia menyarankan agar masyarakat yang ingin berinvestasi mampu mengombinasikan antar instrumen investasi. “Investor melihat kondisi ini harus mengombinasi antara saham dan obligasi karena kalau melihat jangka panjang saham dan obligasi masih sangat menarik,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Polemik Omnibus Law UU Cipta Kerja, DPR Siap Tanggung Jawab Di Akhirat

Read Next

Pandemi; Batik Semakin Diminati