Situs Bawaslu Bandung Diretas, Ini Pesannya

Di Jerman, Peretas Bisa Mendapatkan Akses Ke Data Deputi Dan Militer

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2020). Situs resmi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung terkena serangan siber. Meski situs yang diretas tersebut sudah bisa dipulihkan kurang dari 24 jam, ada banyak spekulasi yang mengiringinya.

Pada laman www.bandungkab.bawaslu.go.id terlihat tampilan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko berseragam diapit anggota polisi dalam momen diduga gelar perkara.

Di belakangnya terlihat pula seorang tahanan mengenakan pakaian warna biru dijaga oleh dua anggota polisi lainnya. Latar belakangnya pun terdapat tulisan ‘Polda Jatim’.

Di bawah foto tersebut peretas menuliskan pesan berisi ‘Hacked by Skizoroot ft. BlackSec1337. TAHAN PERUSAKNYA BUKAN PENJUALNYA. SAVE DAVID. #RIP_KEADILAN #SAVE DAVID CHU 404.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga pada Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardia mengatakan bahwa masalah laman website sudah mulai diretas pada Selasa (13/10/2020). Tim IT dari Bawaslu Kabupaten Bandung ia sebut sudah berhasil memulihkan laman website pada hari ini, Rabu (14/10/2020).

“Kejadian (peretasan), kemungkinan berdasarkan penelusuran tim IT itu pada Selasa sore. Setelah diketahui web di-hack, kami bergerak cepat mencari solusi. Alhamdulillah sekarang sudah dinormalkan,” kata Hedi Ardia dalam keterangannya kepada wartawan.

Dia mengaku belum mengetahui motif dari peretas tersebut. Foto diduga tersangka yang sempat terpampang dalam laman website Bawaslu Kabupaten Bandung sangat memiliki banyak makna.

“Teori simulacra itu kan simbol. Bermakna banyak, bisa memang kejahilan orang yang punya kompetensi di bidang IT, bisa juga ada pesan yang ingin disampaikan pihak yang kurang berkenan atas apa yang dilakukan Bawaslu,” terangnya.

“Terutama selama ini banyak temuan dan laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran menyangkut orang besar, kami sedang memprosesnya. Tapi ini dugaan kan,” lanjutnya.

Hedi memastikan dalam peretasan tersebut tidak sampai merusak data-data penting yang dimiliki Bawaslu Kabupaten Bandung. Terlebih, semua data yang bisa diakses secara daring sudah disalin dalam bentuk dokumen fisik. Namun, peristiwa ini akan dikoordinasikan dengan Bawaslu Jawa Barat.

Menurut dia, selain situs Bawaslu Kabupaten Bandung, sejumlah situ Bawaslu di daerah pun sempat diretas. Yakni, Bawaslu Poso, Bawaslu Bengkulu.

“Kegiatan dan kerja kita masih berjalan. Secara prinsip data tidak terganggu. Saat ini, tim IT sedang memperkuat keamanan sistem agar peristiwa ini tidak terjadi lagi,” katanya. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Rumah Kaca Kebun Raya Banua, Banyak Koleksi Menarik

Read Next

Benarkah UU Cipta Kerja Permudah PHK? Kemnaker Buka Suara