Bisnis Produk Ecoprint, Peluang Usaha Menjanjikan

Bisnis Produk Ecoprint, Peluang Usaha Menjanjikan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/10/2020). Masyarakat Temanggung, memanfaatkan pembuatan produk dengan teknik Ecoprint karena menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Produk Ecoprint berbahan dasar dari kain yang berasal dari serat alam. 

Kemudian dilakukan proses pewarnaan dan pemberian pola dengan menggunakan bahan alam untuk menciptakan warna serta pola motif yang menarik yang berasal dari bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, batang atau ranting tumbuhan. 

Demikian dijelaskan Nurdiana Dewi,  salah satu pelaku usaha dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sengkuyung, Desa Nglondong, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang memulai usaha pembuatan produk Ecoprint sejak Agustus 2019 silam. 

“Zat tambahan pelengkap yang digunakan pun juga menggunakan zat yang ramah lingkungan, seperti tawas atau tunjung serta kapur atau lerak,” kata Nurdiana dalam keterangannya kepada media, Selasa (13/10/2020). 

Untuk membantu dalam proses produksi, ia dibantu oleh 3 sampai 10 anggota KUB lain yang juga merupakan warga sekitar Desa Nglondong, dengan proses produksi yang dilakukan di Kauman Baru, Parakan, Temanggung.

Salah satu hasil produksinya berupa kain yang diberi label ‘Jeny3 Ecoprint’. Dewi mengatakan, dari produk Ecoprint yang dibuatnya ia bisa memperoleh omset 2 sampai 3 Juta dalam satu bulan, tergantung banyak tidaknya order yang masuk. 

“Di masa pandemi ini omset penjualan justru mengalami peningkatan, terkadang satu minggu terjual 10 sampai 20 jilbab, dari pesanan teman kerja atau penjualan melalui media online,” ungkapnya. 

Untuk menularkan keterampilan yang dimilikinya, Dewi juga mendapatkan dukungan dari Pemdes setempat untuk memberikan pelatihan pada anggota KUB Sengkuyung lainnya. Salah satunya pelatihan yang dilaksanakan Minggu (11/10/2020) lalu. 

“Melalui pelatihan yang sudah dilaksanakan, diharapkan warga Desa Nglondong ada yang bisa membuat varian-varian produk lainya, sehingga dapat membantu ekonomi keluarga,” tambahnya. 

Untuk mengembangkan pemasaran, ia juga mendapat dukungan dari Pemerintahan Desa Nglondong, sehingga hasil produk Ecoprint yang dihasilkan sudah dipergunakan oleh Pemdes dan Lembaga Desa Nglondong beserta jajarannya sebagai upaya untuk menanamkan kecintaan pada produk lokal. 

“Saat ini hasil produknya baru kain dan jilbab. Tetapi ke depan rencananya tambah produk lain seperti masker, dompet tas dan sarung bantal kursi,” tambahnya. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lahan Kosong di Tlogomulyo Disulap Menjadi Kolam Ikan Lele

Read Next

Misteri Raden Suderma di Sejarah Sumenep