Ups! Petani Bakal Kena Pajak

Buruh Pabrik Rokok: Pemerintah Tolong Selamatkan Kami

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/10/2020). Pemerintah agaknya memutar otak untuk meningkatkan rasio perpajakan atau tax ratio di tahun ini. Ditambah adanya pandemi covid-19, membuat pemerintah berusaha agar penerimaan pajak tak anjlok cukup dalam.

Sebagai informasi, rasio perpajakan Indonesia mengalami tekanan cukup dalam, bahkan diperkirakan hanya tumbuh 8 persen sepanjang 2020.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu dalam keterangannya mengatakan, pihaknya terus menjalankan reformasi perpajakan guna mendorong rasio perpajakan. Bahkan pemerintah akan memulai memajaki sektor yang selama ini belum dipajaki.

“Selain sektoral, ada semacam sektor yang selama ini juga makin tidak terpajaki itu adalah sektor digital, di situ pentingnya pengenaan pajak digital,” kata Febrio dalam keterangannya saat video conference di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Febrio berharap, pengenaan pajak digital bisa segera dimulai karena konsumsi masyarakat mengarah ke digital semua. Sehingga jika sektor tersebut dibiarkan begitu saja, maka mau tidak mau penerimaan perpajakan akan tertekan. “Itu respons kita menghadapi perubahan,” singkat dia.

Pemerintah juga ingin menyasar pengenaan pajak yang selama ini belum tersentuh, yakni sektor pertanian. Selama ini, pemerintah menyadari memang tidak memajaki para petani yang memiliki lahan kecil. Namun, pemerintah ingin memastikan petani yang omzetnya cukup besar sekitar Rp 2 miliar harus bayar pajak dengan disiplin.

“Ini memang meningkatkan basis pajak tidak mudah, membutuhkan administrasi dan effort luar biasa dari DJP. Ini akan terus dilakukan untuk meningkatkan tax ratio dari sektor yang rendah,” ujarnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Waspada, Hanya Dalam Sehari Bencana Terjadi di 11 Kecamatan di Tasikmalaya

Read Next

Walikota di Inggris yang Pertama ‘Berhijab’ Mundur dari Jabatannya