Manyipet; Warisan yang Perlu Dijaga

Manyipet; Warisan yang Perlu Dijaga

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/10/2020). Tradisi dan kearifan lokal masyarakat Dayak di Bumi Tambun Bunga, Kalimantan Tengah salah satunya adalah Manyipet atau menyumpit

Pada zaman dahulu, Sipet sering digunakan untuk senjata berburu.

Seiring dengan perkembangan zaman, pengetahuan tentang tradisi manyipet sudah mulai terkikis, untuk itu Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah, berupaya melestarikan tradisi manyipet dalam bentuk olahraga tradisional.

“Salah satunya kami mengenalkan tradisi manyipet atau menyumpit ini kepada para generasi milenial,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalteng, Guntur Talajan, usai membuka lomba manyipet tingkat pelajar kategori SLTA sederajat, Sabtu (10/10/2020).

Dikatakan, melalui kegiatan yang dikemas dalam perlombaan tersebut diharapkan generasi milenial di Kalimantan Tengah dapat mencintai terhadap olahraga tradisional ini. Sehingga dengan demikian kearifan lokal yang terkandung di dalamnya bisa ikut dilestarikan dan diselamatkan hingga ke generasi berikutnya.

“Karena itu agar kearifan lokal ini tidak punah, maka generasi muda harus turut melestarikannya, bukan hanya sebatas mengetahui namun juga harus dapat mempelajari dan memainkan senjata khas Kalteng ini,” harapnya.

Disebutkan Guntur, masih banyaknya permainan tradisional suku Dayak yang perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus zaman. Seperti permainan Balogo, Bagasing, Mangaruhi, Sepak Sawut, Habayang, Besei Kambe dan banyak lagi olahraga atau permainan tradisonal khas Dayak lainnya.

Adapun Kepala UPT Museum Balanga Palangka Raya Hasanudin mengungkap, kegiatan lomba manyipet yang digelar di halaman Museum Balanga tersebut diikuti cukup banyak peserta dari perwakilan sejumlah sekolah tingkat atas di Kota Palangka Raya.

Lomba tersebut bertujuan, disamping untuk mengenalkan kepada kalangan pelajar atau milenial tentang cara permainan manyipet, namun juga menjadi sarana untuk melestarikan tradisi kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun temurun.

“Melalui lomba manyipet ini, juga menjadi sarana bagi kami untuk mempromosikan kembali keberadaan Museum Balanga yang saat ini sudah kembali dibuka, setelah sebelumnya sempat ditutup sejak awal pandemi covid-19 merebak,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bioskop Boleh Buka di PSBB Transisi, Apakah Sekolah Juga?

Read Next

Amuba Diduga Racuni Ratusan Warga Cilangge