Gula Semut, Si Manis Ekonomis dari Gondoruso

Gula Semut, Si Manis Ekonomis dari Gondoruso

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/10/2020). Warga di Dusun Kaliwelang, Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memanfaatkan gula merah sebagai sumber penghidupan.

Dan, memanjat kelapa disana menjadi aktifitas rutin para pria untuk mengambil nira kelapa kemudian diproses menjadi gula merah.

Di Kaliwelang, nira kelapa tak hanya diproses menjadi gula merah cetak atau bentuk batok. Romim warga setempat mengolahnya menjadi gula semut dengan nilai ekonomis yang tak kalah manis.

“Kalau dulu ada istilah ada gula ada semut, kalau sekarang ada gula semut,” kata Romim, dalam keterangannya, Minggu (11/10/2020). 

Romim juga mengungkapkan, bahwa pembuatan gula semut dilatarbelakangi oleh potensi alam Kaliwelang yang melimpah akan kelapa. Di sana banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai penderes atau penyadap nira kelapa.

Tak hanya puas memproduksi gula merah batok, dirinya juga memproses nira kelapa menjadi gula semut yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi, karena gula semut merupakan gula yang dibuat dari gula kelapa atau nira dengan bentuk akhir serbuk.

Proses pembuatan gula semut sendiri tak berbeda jauh dengan gula merah batok. Pemrosesan gula semut tidak ada penambahan bahan kimia dan pada proses akhirnya gula dirajang, dijemur dan dimasukkan ke dalam mesin oven hingga didapat gula kering dalam bentuk serbuk.

Gula semut yang memiliki bentuk kristal lebih mudah dicampur dengan berbagai minuman seperti kopi, susu, teh maupun minuman lainnya. Tak hanya itu, gula semut juga lebih sehat dan memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh seperti mencegah anemia, memperlancar peredaran darah, mencegah diabetes dan menjaga keseimbangan kadar kolesterol.

“Saya menjamin gula ini lebih sehat karena tanpa bahan kimia, kami menggantinya dengan ekstrak kulit manggis sebagai pengganti bahan kimianya,” katanya.

Tak hanya di Lumajang, Gula Semut produksi Romim kini mulai diminati masyarakat luar daerah. Ia menjual gula semut Rp40 ribu per kilogram.

“Kami melayani lokalan dari online, kami juga mendapat pesanan dari Jember, Probolinggo, Surabaya, Malang hingga Kebumen, ke depan kami masih menjalin komunikasi dengan pabrik coklat di Semarang kemarin kami kirim sample produk mereka sudah cocok tinggal deal harganya,” pungkasnya. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PSBB Transisi Jakarta; Sekolah Belum Boleh Buka, Apakah Restoran Bisa Dine-In?

Read Next

Saluran Air Dimanfaatkan Jadi Tempat Budi Daya Ikan