Waduh! Pendapatan Driver Ojol Turun Drastis

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/10/2020). Para driver Ojek Online (Ojol) merasa telah berkontribusi besar terhadap perusahaan aplikasi transportasi, seperti Gojek dan Grab. Namun mereka mengeluh, aplikator kurang memperhatikan nasib mitranya.

Dalam keterangannya Ketua Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Igun Wicaksono, Sabtu (10/10/2020) mengatakan bahwa selama masa pandemi Covid-19 pendapatan para pengemudi Ojol turun drastis.

Di awal pemberlakuan PSBB, para mitra driver ini mengalami penurunan lebih dari 90 persen.

Sekarang, meski PSBB sudah lebih longgar, kata Igun, penghasilan para driver tetap tidak ada setengahnya dibandingkan kondisi normal.

“Kami mengharapkan adanya perhatian, bantuan-bantuan dari aplikator,” ucap Igun.

Igun juga menambahkan bahwa padahal selama ini Gojek dan Grab telah meraup banyak keuntungan dari driver. Permintaan Igun Cs tidak muluk-muluk, sekadar bantuan sembako.

“Sudah saatnya mereka memberikan perhatian untuk kami. Minimal bantuan kebutuhan pokok secara kontinyu,” harapnya.

Menurut dia, jika aplikator sulit mengabulkan permintaan para driver, maka dia menyarankan perusahaan mengurangi potongan pendapatan para mitra. Sampai saat ini, Igun bilang, potongan dari pihak aplikator masih berjalan normal.

“Ini memberatkan, karena orderan sepi. Padahal kami sudah meminta diturunkan dalam kondisi sulit seperti sekarang,” keluhnya.

Keluhan Igun ini ditanggapi Vice President (VP) of Corporate Communications Gojek, Audrey Progastama Petriny mengatakan bahwa sejak awal pandemi pihaknya sudah memberikan dukungan kepada para mitra agar dapat tetap bekerja.

“Kami sudah menjalankan beberapa bantuan untuk stabilitas finansial mereka,” tegas Audrey kepada.

Program bantuan yang dimaksud, salah satunya menghentikan sementara cicilan dari institusi jasa keuangan rekanan Gojek yang tengah berjalan. Misalnya premi asuransi, cicilan kendaraan dan lain sebagainya.

Ada juga program paket makan keluarga gratis untuk driver melalui 10 ribu mitra merchant GoFood, hingga ajakan kepada konsumen untuk berikan tip lebih untuk mitra driver.

Gojek juga menyiapkan skema program bantuan pendapatan. Tapi hanya diperuntukkan bagi mitra driver yang terbukti positif terpapar Covid-19.

Gojek belum lama ini juga mendirikan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), sebagai bentuk solidaritas dalam mendukung masyarakat menghadapi dampak Covid-19.

Saat ini, YABB telah mengumpulkan pendanaan sedikitnya Rp 100 miliar melalui donasi 25 persen gaji tahunan para pimpinan Gojek, dan anggaran kenaikan pendapatan seluruh karyawan Gojek.

“Dari dana tersebut, kami telah mendistribusikan sembako untuk lebih dari 600 ribu mitra driver di berbagai kota di Indonesia,” tukasnya.

Senada dengan Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Dia mengklaim telah berupaya membantu para mitra. Namun, karena Grab memiliki mitra tidak hanya driver, maka perusahaan berusaha adil dengan menyebar bantuan kepada yang lainnya.

“Kami bantu juga 32 ribu pedagang pasar tradisional. Di sini kami bantu digitalisasi bisnis mereka melalui aplikasi GrabMart dan GrabAssistant,” akunya.

Selain itu, sejak masa pandemi ini Grab telah memiliki banyak komitmen bantuan. Bagi mitra pengemudi dan pengantaran, pihaknya menyediakan bantuan finansial dan medis.

“Mitra pengemudi akan menerima bantuan keuangan sebesar Rp 1,5 juta dan Rp 3 juta untuk GrabCar kalau dinyatakan positif Covid-19,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dikaitkan dalam Game Among Us yang Viral, Apa Sebenarnya Sindrom Impostor?

Read Next

Hindari Menu Sarapan Berikut Ini Agar Tubuh Anda Tetap Sehat