Dikaitkan dalam Game Among Us yang Viral, Apa Sebenarnya Sindrom Impostor?

Dikaitkan dalam Game Among Us yang Viral, Apa Sebenarnya Sindrom Impostor?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/10/2020). Warga net sedang dihebohkan dengan informasi mengenai impostor yang baru-baru ini ramai dibahas. Diketahui ramainya istilah tersebut dari salah satu game bernama Among Us yang menggunakan istilah tersebut yang menjadi bagian dari salah satu pemainnya.

Game Among Us ini sedang ramai di kalangan anak muda, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Menampilkan beragam karakter dengan masing-masing tugas yang berbeda.

Tidak hanya seru, game ini juga membutuhkan strategi. Salah satu karakter bernama ‘impostor’ bertugas membunuh karakter lain tetapi sebisa mungkin tak diketahui.

Bahkan, sang ‘impostor’ bisa saja mengelabui karakter lain, dengan menuduh merekalah impostor sebenarnya. Game yang sederhana namun butuh trik ‘menipu dan mengelabui’ ini menjadi alternatif menghabiskan waktu bersama teman-teman saat merasa bosan.

Dikaitkan dalam Game Among Us yang Viral, Apa Sebenarnya Sindrom Impostor?

Lalu apa sebenarnya Sindrom Impostor? disebut juga sebagai sindrom penipu yang bisa dirasakan Anda dalam kehidupan secara nyata. Dikutip dari Wb MD, mengemukakan bahwa salah satu penyebab seseorang bisa merasa terkana impostor sindrom meskipun Anda sudah naik ke level berikutnya. Namun demikian masih merasa seperti orang yang sama sebelum hal tersebut terjadi menimpa diri Anda. Dampak yang ditimbulkan Anda pun merasa tidak pantas untuk mendapatkannya.

Pergerakan ke peran baru yang lebih tinggi terjadi dalam hidup Anda, bisa sangat mengejutkan dan memicu adanya sindrom ini. Misalnya dalam kehidupan sehari-hari, Anda mendapatkan sebuah promosi dari sebuah brand, diterima di perguruan tinggi atau tempat bekerja, menjadi artis, memiliki anak atau bayi, mendapatkan kontrak buku dari sebuah penerbit. Apakah Anda sudah benar-benar siap untuk berperan yang lebih besar dalam melakukan tanggung jawab tersebut?

Merasa seperti impostor ternyata adalah sebuah tanda bahwa Anda sedang melakukan peregangan, tumbuh, dan melakukan hal demi hal yang baik.

Dikutip dari Wikipedia, Impostor sindrom adalah pola psikologis di mana seseorang meragunakan sebuah keterampilan, bakat, mimpi, atau pencapaian dan memiliki ketakutan yang secara terus-menerus terinternalisasi untuk diekspos sebagai penipuan.

Terlepas dari adanya bukti yang ada mengenai kompetensi yang mereka miliki, mereka yang mengai adanya fenomena ini tetap yakin bahwa mereka adalah penipuan, dan tidak pantas untuk mendapatkan apa saja yang sudah mereka gapai.

Ternyata, sindrom ini juga bisa terjadi ke siapa saja baik wanita maupun laki-kali. Sindrom penipu juga terjadi dalam konteks penyakit mental dan pengobatannya. Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa mereka tidak sakit dalam artian orang tersebut tidak begitu merasa tertekan, dan merasa cemas yang berlebih jika dibandingkan dengan mereka atau orang yang mengalami sakit jiwa lainnya. Hal ini karena adanya alasan kurangnya gejala parah sebagai indikasi tidak adanya sebuah masalah mendasar kecil.

Orang-orang yang mengalami hal seperti ini, tidak meminta bantuan untuk masalah apa yang sedang dihadapi. Hal ini karena mereka beranggapan bahwa melihat masalah mereka tidak pantas untuk mendapat perhatian dari psikiater.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lebih dari 23 Ribu Warga Blora Terima BLT

Read Next

Waduh! Pendapatan Driver Ojol Turun Drastis