3 Mobil Puskesmas Keliling Mamuju Raib Entah Dimana

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/10/2020). Tiga unit mobil Puskesmas Keliling milik Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tak diketahui di mana rimbanya. Hal itu terungkap saat rapat antara DPRD Mamuju, OPD Pemkab Mamuju, dan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Cabang Mamuju.

Dalam keterangannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, drg Firmon, Sabtu (10/10/2020) mengatakan bahwa pihaknya tak menampik dugaan raibnya tiga unit mobil Puskesmas Keliling yang merupakan aset milik Pemkab Mamuju itu.

Ia menuturkan, tiga mobil Puskesmas Keliling itu ditempatkan di Puskesmas Tarailu keluaran 2008, Puskesmas Tapalang keluaran 2011, dan Puskesmas Topore keluaran 2007. Meski tak jelas rimbanya, Firmon menyebutkan ketiga mobil puskesmas keliling itu belum terhapus dari aset daerah.

“Saya tidak tahu ke mana mobil itu, setiap diundang rapat di DPRD pihak aset tidak pernah hadir. Bahkan setiap saya telepon nomornya tidak pernah aktif,” kata Firmon.

Ditanya terkait kemungkinan tiga mobil Puskesmas Keliling itu sudah dijual, Firmon menyebutkan tak terlalu mengetahui ihwal tersebut.

“Saya tidak bisa menanggapi itu, apakah dijual. Soalnya saya tidak melihat kuitansi penjualannya, siapa yang menjual dan membelinya,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mamuju, Budianto Muin, mengatakan bahwa tiga unit mobil ambulans itu masih tercatat sebagai aset Pemkab Mamuju.

Menurutnya, ketiga mobil itu tidak tersimpan di kantor karena pihaknya tidak pernah memerintahkan untuk melakukan penarikan mobil ambulans itu di Puskesmas.

“Silakan tanya langsung di petugas puskesmas. Biar saya juga konfirmasi pihak bersangkutan (bidang aset) kalau ada seperti itu karena di sistem masih tercatat semua sebagai aset daerah,” paparnya.

Anggota DPRD Mamuju dari Fraksi PKS, Asdar, mengatakan DPRD Mamuju akan memanggil pihak terkait, termasuk Kepala Puskemas untuk dimintai keterangan terhadap tiga ambulans yang difungsikan sebagai Puskesmas Keliling itu yang tak diketahui rimbanya.

“Bila mana sudah terjual tanpa sepengetahuan Dinas, maka tentu ada pihak-pihak ketiga yang bertanggung jawab atas itu. Siapa yang menjual dan bagaimana prosesnya itu akan kami telusuri,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gubernur DKI Jakarta Tarik Rem Darurat Terapkan PSBB Lagi, Ini Alasannya

Read Next

Cara Ini Dinilai Efektif Atasi Meningkatnya Pengangguran Pasca Pandemi Covid-19