Merinding, Video Momen Hangat Aparat dan Massa Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Merinding, Video Momen Hangat Aparat dan Massa Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/10/2020). Gelombang protes penolakan pengesahan UU Cipta Kerja yang terhitung sejak tanggal 6 hingga pada tanggal 8 Oktober 2020 dibeberapa kota berakhir ricuh, rusuh dan menimbulkan sejumlah kerusakan.

Meski begitu, sebuah video viral di media sosial ketika memperlihatkan momen langka kehangatan dari aparat polisi dengan para demonstran di Pekalongan, pada Kamis (08/10/2020).

Para peserta aksi dan aparat terlihat melebur, saling berpelukan hingga bersalaman.

Ketika suasana mulai tenang, Kapolres AKBP Egy Andrian Suez meminta para demonstran untuk tetap tenang.

Dia mengungkapkan bahwa keberadaan aparat Polisi dan TNI itu bertugas mengamankan keadaan bukan untuk saling berseteru.

“Tenang dulu ya. Ini saya bersama adik-adik semua di sini. Alhamdulillah dik ya, tadi saya mau berkomunikasi ya. Mau menyapa adik-adik semua ya. Alhamdulillah saya juga dapat salam cinta adik-adik semua. Kita tenangkan hati dulu, tenangkan pikiran dulu ya,” kata Kapolres.

“Tujuan adik-adik ke sini apa? Untuk didengar aspirasinya kepada wakil-wakil kita di DPR sini iya kan?. Kami dari POLRI dan TNI, hanya menjaga keamanan di sini,” ungkapnya.

Di sela penyampaian tersebut, tiba-tiba di sisi lain seorang polisi menanggalkan seragamnya. Sebagai simbol kesetaraan dengan rakyat. Sontak hal itu membuat massa salut dan memeluknya.

Hiruk pikuk tepuk tangan langsung menggelora serta disambut hangat bersalaman. Momen yang terasa hangat saat seluruh pihak bisa saling menghargai.

“Anda rakyat biasa, jangan sampai kita diplintirkan. Lihat Kapolres saya kena. Bagaimana perasaan kalian?,” tanya polisi yang tadi.

“Mas, tak copot seragamku mas, yo,” ujar seorang polisi yang lain.

“Luar biasa, ayo copot pak, mengayomi pak,” riuh yang lain.

Tak ayal video viral yang diunggah ulang oleh akun Instagram @ndorobeii, langsung disukai lebih dari 98 ribu pengguna. Sebagian besar warganet memuji yang dilakukan oleh sang polisi. Melepaskan seragam, sebagai bentuk menghargai para demonstran.

“semangattt kawan2 dan pak polisi jangan sampe kita di benturkan oleh pihak2 yg tak bertanggung jawab,” tulis @ahrah_sarah_ben_alief.

“Aparat harusnya gini menenangkan. Bukannya malah bikin panas,” tulis @miftah_revindra.

“Tolong pak klo ada pendemo ketangkep jgn dipukuli,” tulis @mahendrajas_04.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Aksi Tolak Omnibus Law: 634 Orang di Surabaya dan Malang Ditangkap Polisi

Read Next

Jurnalis Korban Polisi saat Demo Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja