Kini Tersedia Toilet Permanen di Kampung Adat Ratenggaro

Kini Tersedia Toilet Permanen di Kampung Adat Ratenggaro

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/10/2020). Kini Kampung Adat Ratenggaro sudah memiliki toilet permanen yang sebelumnya diketahui selama bertahun-tahun belum memilikinya.

Pembangunan toilet permanen tersebut dilakukan oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodimb 1629 Sumba Barat Daya (SBD) di Kampung Adat Ratenggaro Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo Kabupaten SBD, Propinsi Nusa Tenggara Timur sejak Selasa (22/09/2020)lalu.

Kampung Adat Ratenggaro yang selama ini belum memiliki toilet permanen, dengan adanya Program TMMD ke-109 Kodim 1629/SBD bersama warga kampung setempat berhasil membangun sebuah toilet dengan ukuran panjang 6 meter dan lebar 2 meter dari ukuran tersebut dapat dibuat 2 buah toilet dan 2 buah kamar mandi.

Menurut Babinsa Sertu Hasan, dengan modal pengalaman yang cukup dan rasa kepedulian kepada masyarakat setempat, Satgas TMMD 109 berhasil mengajak warga untuk bekerja sama bahu membahu untuk bergotong royong membangun toilet ini.

“Selama ini di kampung Adat Ratenggaro tidak terlihat satupun toilet permanen yang dibangun sehingga kampung ini terkesan tidak bersih,” kata Hasan, dalam keterangannya kepada media, Kamis (08/10/2020).

Hasan menjelaskan pekerjaan yang memakan waktu kurang lebih 20 hari tidak terasa berat karena dikerjakan dengan penuh kesadaran dari warga dan semangat gotong royong yang membuat keceriaan dalam bekerja setiap hari walaupun kodisi cuaca agak panas.

Dirinya berharap dengan dibangunnya MCK ini akan membawa berkah dan manfaat bagi warga Kampung Adat Ratenggaro, mengingat Kampung adat Ratenggaro ini merupakan salah satu kawasan objek wisata yang ada di wilayah SBD khususnya Kecamatan Kodi Bangedo.

“Sukses dan lancarnya pembangunan toilet permanen ini berkat kerja sama dan gotong royong TNI dan masyarakat, semoga membawa berkah bagi warga setempat mengingat kampung adat Ratenggaro merupakan salah satu objek wisata yang sering dikunjungipara wisatawan dari luar pulau Sumba,” tuturnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini, 9 Oktober 2020

Read Next

Kepala Daerah Tolak UU Cipta Kerja