Aksi Tolak Omnibus Law: 634 Orang di Surabaya dan Malang Ditangkap Polisi

demo surabaya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/10/2020). Sebelumnya di Surabaya dan Malang, lebih dari 200 peserta aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja ditangkap polisi dan kini total menjadi 634 orang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya pada Jumat (09/20/2020) mengatakan, berdasarkan perkembangan situasi di lapangan, para demonstran yang ditangkap kini total berjumlah 634 orang.

Dari 634 orang demonstran yang ditangkap itu, 505 orang ada di Surabaya dan sisanya 129 orang ada di Malang.

“Berdasarkan data yang saya terima, perkembangan terakhir ada 634 orang yang diamankan. 505 di Surabaya dan 129orang di Malang,” ungkap Wisnu.

Menurutnya, kini pihaknya masih melakukan proses pendataan terhadap para demonstran tersebut. Selain pendataan, polisi juga melakukan rapid test. Jika nantinya ada yang reaktif, maka akan langsung dilakukan tes usap atau Swab.

“Kalau ada yang positif akan langsung dikarantina. Sementara ini proses masih berjalan,” tegas Wisnu.

Sementara itu, Moh. Soleh, Pengacara Publik LBH Surabaya mengatakan, hingga kini ada 171 laporan pengaduan yang masuk pada kantornya. Namun, dari 171 laporan tersebut, pihaknya belum dapat memastikan sendiri apakah mereka ada Mapolda Jatim atau di Mapolrestabes Surabaya. Termasuk diantaranya, laporan kehilangan atau belum ditemukannya demonstran usai melakukan aksi.

“171 orang ini dari pengaduan keluarga, teman, termasuk yang belum ditemukan (hilang). Tapi sebagian sudah mengkonfirmasikan ada di polda maupun di polres melalui keluarga. Kami belum bisa melakukan advokasi (pendampingan hukum) karena belum diberikan akses (oleh polisi),” tegasnya.

Terpisah, Sekjen Konfederasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andy Irfan menyebut, hingga kini pihaknya menerima pengaduan ada sekitar 45 orang yang dilaporkan tidak diketahui keberadaannya. Ia memastikan hal tersebut, lantaran hingga kini ke 45 orang tersebut tidak dapat dihubungi dan belum pulang ke rumah usai melakukan aksi demonstrasi kemarin.

Ia menyebut, ke 45 orang demonstran yang “hilang” ini diakuinya berlatar belakang mahasiswa, pelajar dan anak-anak muda.

“Kita tidak bisa mengatakan mereka itu hilang, tapi tidak diketahui keberadaannya. Kami akan menghubungi kantor-kantor polisi untuk menanyakan apakah mereka ditahan atau tidak,” ujarnya.

Lebih jauh Andy meminta agar pihak kepolisian membuka akses seluas-luasnya pada kuasa hukum yang sudah ditunjuk oleh pihak atau keluarga yang diamankan. Pihaknya juga mendesak pada kepolisian agar segera melepas demonstran yang ditahan. Pasalnya, mereka melakukan aksi secara legal dan dilindungi UU.

“Kami harap (yang ditangkap) bisa dilepaskan karena bukan pelanggaran hukum. Kami juga sesalkan tindakan represif kepolisian dalam aksi di Surabaya dan Malang,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Viral Video Ibu-ibu Blokade Jalan, Tuntut Mahasiswa Aksi Omnibus Law Dibebaskan

Read Next

Merinding, Video Momen Hangat Aparat dan Massa Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja