UU Cipta Kerja; Buruh Masih Lanjut Mogok Kerja, Tambah Besok Mahasiswa Aksi Besar-besaran Turun Ke Jalan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/10/2020). Hingga hari ini Rabu 7 Oktober 2020, massa buruh, salah satunya yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) masih melanjutkan aksi mogok kerja nasional yang dimulai sejak Selasa (06/10/2020) sebagai bentuk protes terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.

Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

“Setelah kemarin ratusan ribu bahkan hampir satu juta buruh keluar dari pabrik-pabrik untuk mengikuti mogok nasional, hari ini kami akan melanjutkan pemogokan tersebut,” kata Said Iqbal dalam keterangannya, Rabu (07/10/2020).

Aksi ratusan buruh demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di sejumlah pabrik di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (07/10/2020).

Setelah kemarin melakukan aksi unjuk rasa serentak di seluruh Indonesia yang diberi nama Mogok Nasional, hari ini buruh Indonesia akan kembali melanjukan aksinya. Demikian disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

Berdasarkan catatan KSPI, aksi kemarin dilakukan di berbagai daerah industri seperti Serang, Cilegon, Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Bandung, Semarang, Surabaya, Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Lampung, Medan, Deli Serdang, Batam, Banda Aceh, Banjarmasin, Gorontalo, dan lain sebagainya. 

Adapun asar hukum mogok nasional dilakukan sesuai dengan UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU No 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang menyebutkan, fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan.

KSPI juga mengimbau agar buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan agar tidak terpapar Covid-19 dengan tetap menggunakan masker di lokasi aksi dan menjaga jarak di antara massa aksi. 

aksi

Tidak hanya buruh, mahasiswa siap turun jalan

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Kamis (08/10/2020) dalam rangka menggugat pengesahan omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang.

Dalam unggahan bertajuk seruan aksi nasional di laman Instagram resminya, BEM SI menyerukan agar mahasiswa di berbagai daerah bergabung dalam unjuk rasa yang akan digelar di Istana Rakyat pada pukul 10.00 WIB, esok.

“Seruan untuk seluruh mahasiswa di Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk mengikuti aksi nasional yang diadakan pada Kamis 8 oktober 2020, waktu pukul 10.00 WIB, tempat: Istana Rakyat,” tulis postingan @bem_SI dari Instagram resminya, Rabu (07/10/2020).

BEM SI berpandangan pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi UU adalah simbol matinya hati nurani para anggota dewan. Buruh, lanjut BEM SI, menjadi korban atas kerakusan penguasa yang menyuburkan oligarki.

“Maka sampaikanlah ke seluruh pelosok negeri bahwa demokrasi kita telah mati,” tegas BEM SI.

Di ujung seruan aksi tersebut, BEM SI mengutip penggalan pusi aktivis Wiji Thukul,

“Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!” demikian pernyataan BEM SI.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pemkab Temanggung Manfaatkan Dana DAK Rp320 Juta Wujudkan Wisata Paralayang

Read Next

Ketum PBNU; UU Cipta Kerja Sebabkan Biaya Pendidikan Mahal