Kebutaan Indonesia Didominasi Karena Ini

Cara Meningkatkan Penglihatan Mata Setelah 40 Tahun, Tanpa Operasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/10/2020). Sekitar 81 persen kebutaan yang ada di Indonesia, penyebab tertingginya adalah katarak.

“Hasil survey Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di 15 provinsi dengan sasaran populasi usia di atas 50 tahun diketahui angka kebutaan mencapai tiga persen,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto, Selasa (06/10/2020).

Ke 15 provinsi tersebut yakni di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Menurut perwakilan Perdami Aldiana Halim di Indonesia terdapat delapan juta orang mengalami gangguan penglihatan, 1,6 juta menderita kebutaan, 6,4 juta menderita gangguan penglihatan sedang dan berat.

“Dari kasus kebutaan itu memang terbanyak disebabkan oleh katarak sebanyak 81,2 persen. Diperkirakan ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang buta karena katarak,” kata Aldiana.

Ia menambahkan katarak tidak bisa lagi dilihat sebagai kasus yang biasa saja mengingat kasusnya banyak, ditambah lagi banyak juga masyarakat yang tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan.

Gangguan penglihatan berat, sedang, maupun kebutaan disebabkan sebagian besar oleh katarak sehingga sangat reasonable kalau di Indonesia mengintensifkan operasi katarak untuk menurunkan prevalensi kebutaan dan gangguan penglihatan.

Belum lagi operasi katarak dapat membantu perekonomian masyarakat. Aldiana menambahkan jika mengoperasi seluruh penderita katarak di Indonesia dengan menginvestasikan sekitar Rp13 triliun, maka perekonomian akan tumbuh 14 kali lipatnya.

Namun demikian kata Aldiana, distribusi gangguan penglihatan ini tidak merata dan beban akan lebih besar pada daerah pedesaan dan Lansia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Siap Siaga Bencana, BPBD Gelar FGD Deteksi Dini Bencana

Read Next

Lagu Pinarak Bojonegoro Dipasang pada Lampu Lalin