Irwan Fecho: Hanya Bicara 2 Menit, Mic Mati Setelah 5 Menit Itu ‘Ngarang Bebas’

Irwan Fecho: Hanya Bicara 2 Menit, Mic Mati Setelah 5 Menit Itu 'Ngarang Bebas'

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/10/2020). Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang mengesahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi undang-undang pada Senin (05/10/2020), masih menyisakan berbagai macam polemik di masyarakat.

DPR yang dinilai abai dan tidak peduli dengan suara rakyat, perihal dengan kesan disegerakannya Omnibus Law disahkan.

Alhasil, rakyat yang kecewa dengan DPR ramai-ramai memprotes kebijakan itu mulai dari saling lempar tagar di media sosial hingga aksi massa di berbagai daerah.

Sebagaimana diketahui sidang DPR terkait pengesahan RUU tersebut dipublikasikan secara Live Streaming melalui kanal YouTube DPR RI dan berlangsung selama lebih dari tiga jam.

Sejumlah penggalan video sidang itu pun bertebaran di media sosial hingga menjadi viral, salah satunya yang dibagikan oleh anggota Fraksi Demokrat Irwan Fecho.

“Saya hanya bicara 2 menit. Jadi kalau ada yang bilang mic saya mati karena otomatis setelah 5 menit itu ngarang bebas,” kata Irwan melalui akun Twitternya @irwan_fecho, Selasa (06/10/2020).

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, Irwan berusaha menggunakan hak bicaranya untuk menyampaikan argumentasi terkait Omnibus Law.

Menurut Wasekjen Partai Demokrat ini, UU Cipta Kerja berpotensi merugikan rakyat banyak dan banyak penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

“Kami fraksi Partai Demokrat dengan tegas menolak RUU Cipta Kerja ini, dan meminta ditunda pengambilan keputusan RUU Cipta Kerja ini,” ujar Irwan.

Argumentasi Irwan langsung ditimpali oleh ketua sidang Azis Syamsuddin.

“Pak Irwan, langsung saja substansinya apa?” sergah ketua sidang.

“Substansinya UU ini berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, kemudian menghilangkan kewenangan kami di daerah, menghilangkan hak-hak rakyat kecil,” urai Irwan sebelum akhirnya mikrofonnya mati tiba-tiba.

Suara Irwan ketika mengutarakan pendapat mendadak lenyap setelah bunyi “ting” tanda mikrofonnya mati terdengar.

Hingga artikel ini diturunkan, unggahan Irwan itu telah disukai hingga 21 ribu kali serta dibanjiri komentar warganet.

“Pak besok kalo sidang bawa mic sendiri, terimakasih pak sudah menyuarakan,” tulis @winterbear9_.

“Pertanyaan saya sama kaya di tweet lain, Emang yg bkin tombol itu siapa sih? Wktu jaman demokrat jdi ketua DPR ada gak tuh tombol? Pernah dipake gak? Ngapain sih dibuat klo akhirnya cuma jdi isu yang digoreng pas dipake? Hadoh anw, Walk out itu gak keren ya bro,” tulis @dp_ervan.

“Dalam pembahasan RUU Ciptaker sdh 64 kali. Ruang penolakan sdh sangat terbatas di akhir pengesahan sidang ini. Ada apa yang terjadi saat pembahasan sebelumnya, apakah kalah suara …,” tulis @WirawanNH.

Sebelumnya laman instagram resmi DPR RI, Sekretaris Jendral (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar menjelaskan bahwa insiden itu terjadi bukan karena sabotase seperti yang sedang ramai dibicarakan.

“Mikrofon di ruang rapat paripurna DPR RI sudah diatur lima menit mati setelah digunakan. Hal itu digunakan agar masing-masing anggota memiliki waktu bicara yang sama dan supya rapat berjalan efektif serta terukur dari sisi waktu dan substansi,” ujarnya

Sementara itu Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar turun tangan memberi jawaban atas ulah Ketua DPR Puan Maharani yang mematikan mikrofon pada saat anggota DPR Fraksi Demokrat Irwan Fencho melakukan interupsi.

Terlihat dalam video gestur Puan mematikan mikrofon terekam hingga aksi Puan tersebut menjadi viral di media sosial.

Indra menjelaskan tindakan Puan yang duduk selaku pimpinan DPR dalam sidang paripurna Senin (05/10/2020) hanya sebatas menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban peserta rapat saat menyampaikan pendapat.

Sebagai pimpinan, kata Indra, Puan memiliki hak mengatur lalu lintas interupsi di dalam rapat yang tengah berlangsung.

“Semua diberikan waktu untuk berbicara, bergantian. Jika sampai dimatikan mikrofonnya, itu hanya untuk menertibkan lalu lintas interupsi, pimpinan punya hak mengatur jalannya rapat,” kata Indra dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (06/10/2020).

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mendagri Bakal Jadikan Batam Percontohan Pilkada Sehat

Read Next

Ujicoba Dilakukan Pada Jaringan Samsat Paten Parakan