Sumur Tua 500 Meter ini Kerap Jadi Tempat Pesugihan?

Sumur Tua 500 Meter ini Kerap Jadi Tempat Pesugihan?

Konfirmasitimes.com-Jakarta (06/10/2020). Tahukah Anda, di Indonesia ada wilayah yang dikenal memiliki kandungan gas dan minyak yang tinggi yakni salah satunya di kawasan Kabupaten Grobogan, Blora, dan Bojonegoro.

Maka tak heran apabila di daerah tersebut sering dijumpai semburan gas lumpur dari dalam tanah.

Hal itu pulalah yang berpotensi terjadi pada salah satu sumur tua peninggalan Belanda di Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Blora. Di sumur itu, sering terdengar gemuruh yang menandakan bahwa sumur itu sedang bergejolak.

Oleh karena itu demi keamanan pihak kepolisian memasang garis polisi untuk membatasi ruang gerak masyarakat sekitar dan agar masyarakat bisa lebih berhati-hati.

“Di sini (lokasi semburan sumur tua) sangat membahayakan untuk masyarakat. Apalagi di sekitar sini banyak lahan pertanian,” ungkap Kapolsek Kunduran Iptu Lilik Ejo Sukaryono, dalam keterangannya.

Lalu bagaimana kondisi sumur tua tersebut?

Bila sumur itu mengeluarkan semburan gas bercampur air, diperkirakan lebarnya mencapai 20 meter. Oleh karena itu warga yang ingin mengunjungi tempat itu diharapkan untuk berada agak lebih jauh dari titik semburan.

Sementara itu Priyono (50), warga Desa Plosorejo dalam keterangannya mengatakan bahwa kedalaman sumur itu mencapai 500 meter. Ia mengetahui kedalaman itu karena pada tahun 2007 tim dari Jakarta pernah mengeceknya. Selain itu di dekat sana ada titik sumur-sumur lain yang belum teridentifikasi.

“Di dekat-dekat sini sepengetahuan saya jumlahnya ada tujuh titik peninggalan Belanda. Yang satu masuk Kabupaten Grobogan,” terang Priyono.

Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, sumur tua itu dihuni oleh sesosok makhluk gaib bernama Mbah Sagoh. Untuk menghormati makhluk gaib itu, para warga rutin mengadakan ritual bancakan pada hari-hari tertentu.

“Mbah Sagoh itu makhluk gaib penghuni tempat ini. Banyak orang dari luar daerah bikin acara bancakan di titik sekitar pohon ini,” jelas Priyono.

Menurut Priyono, nama “Mbah Sagoh” itu sendiri berasal dari kata sugih. Oleh karena itu tempat itu kerap dijadikan lokasi pesugihan. Selain itu ada pula orang-orang yang membuat acara di sekitar sumur tua itu untuk mencari berkah dalam hidup.

Tak hanya itu, Priyono menceritakan sering terjadi fenomena aneh di sumur tua itu. Misalnya saja semburan sumur tidak pernah mengalir ke area persawahan milik petani. Padahal semburan itu telah terjadi sejak lama.

“Cerita dari bapak saya dan kakek saya begitu. (Sumur itu -red) telah menyembur sejak dulu,” kata Priyono.

Tak jauh dari sumur tua itu, ada sebuah titik semburan api kecil yang dulunya menyala terus seperti nyala api abadi di Mrapen, Grobogan. Hingga kini, bekas tempat nyala api itu masih terlihat jelas. Namun kini titik api itu sudah padam karena disebabkan banyak hal.

“Perkiraan tujuh tahun lalu, api yang menyala kecil di sini ditutup warga dengan batu-batu. Apinya kemudian langsung mampet dan padam,” ungkapnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 6 Oktober 2020

Read Next

Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini, 6 Oktober 2020