Viral! ‘Ibu-ibu’ Strong, Buat TNI-Polri Diam Seribu Bahasa

viral

Konfitmasitimes.com-Jakarta (05/10/2020). Selama situasi masih dinilai pandemi covid-19, pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas, serta mematuhi protokol kesehatan.

Pihak aparat turut melancarkan himbauan tersebut dengan menggelar razia untuk mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Titik keramaian menjadi salah satu tempat yang sering didatangi oleh aparat. Salah satunya area pedagang kaki lima.

Ada momen mengharukan ketika aparat tengah berjaga di sekitar pedagang kaki lima. Seorang ibu pemberani mengungkapkan isi hatinya hingga membuat anggota TNI, polisi, dan satpol PP yang berjaga diam tak berkutik.

Lalu, apa yang ibu tersebut katakan hingga membuat anggota TNI, polisi, dan satpol PP diam? Berikut ulasan lengkapnya.

Berdasarkan unggahan dari akun Instagram @magelang_raya, akun tersebut mengunggah sebuah video yang memperlihatkan anggota TNI, polisi, dan satpol PP tengah berjaga di dekat pedagang kaki lima. Terlihat pula mobil-mobil terparkir di sekitar kerumunan pedagang kaki lima.

Video berdurasi 5 menit 14 detik tersebut kini telah dilihat lebih dari 19 ribu kali dan mendapat beragam komentar dari para netizen.

Melalui unggahan tersebut, terlihat seorang ibu berjilbab abu-abu yang merupakan pedagang tengah protes ke anggota TNI, polisi, dan satpol PP yang berjaga. Ibu tersebut mengungkapkan isi hatinya di tengah kondisi perekonomian saat ini.

“Kita gur nyari nafkah, nyari uang, mangan dapet hari ini dimakan besok, ora sampai menimbun. Ora sampai nyelengi. Ngangsur bank iki lho sampai kon mbayar bungane tok, itu apa pak, karena enggak bisa setor. Bungane tok, berjalan we dilakoni, kalau kita enggak dagang kon mbayar bungane kepie,” kata ibu berjilbab abu-abu.

“Wong makan hari ini buat makan besok, nggo sangu besok, kok kayak teroris kita dijaga wong sak mene akehe. Kalau aku teroris dijaga kayak gini bener. Wong kita dagang kok, halal kok. Cari itu yang kriminal-kriminal, ojo kurang gawean. Kita wong dagang dijaga kayak gini,” sambungnya.

“Mati corona takdir dari Allah, daripada mati raisoh mangan,” ucapnya lantang.

“Betul,” teriak pedagang-pedagang lain yang berada di lokasi.

Suasana di sekitar pedagang kaki lima terlihat cukup ramai. Anggota TNI, polisi, dan satpol PP tampak berdiri di sekitar kerumunan pedagang kaki lima.

Mendengar ucapan ibu berjilbab abu-abu, pedagang kaki lima lainnya pun memberikan dukungannya.

“Kae sing adu ayam, kae dijaga. Mencari uang halal kok. Kita enggak melarang pak, mau mbangun monggo. Rakyat e dipikir sik. Anane negara, anane daerah bisa maju ki kalau masyarakat e maju, masyarakat e isoh mangan, negarane maju,” ujar ibu berjilbab abu-abu.  

“Wong kita nyari uang halal kok kayak gini. Nek raisoh mangan pie pak. Nek isoh mangan aku meneng bae ki. Iseh due duit seket ewu, ora dodol dino iki, enggak masalah. Sesuk kudu tuku beras, sampean-sampean gajine mau dipotong nggo PKL? Enggak pak. Wong nyari mangan nggo dino iki dan sesuk kok, nang negarane dewe kok, MasyaAllah nemen,” sambungnya.

“Saya ngalem jenengan-jenengan bisa tidur, PKL do raisoh turu raisoh mangan, sampean-sampean awan esuk sore dijagani terus. Kok koyo kene meh di bom. Kita cuma nyari makan pak, tolong pak hati nuranine digerakke,” imbuhnya.

Anggota TNI, polisi, dan satpol PP yang berada di lokasi pun hanya tampak diam. Mereka diam memperhatikan ibu berjilbab abu-abu berbicara.

“Saya menghormati jenengan tugas, cuma di samping jenengan tugas, ada lah belas kasihan, oh iyo yo kae ora isoh mangan koyo ngono. Bukan kita jagoan. Hati nurani jenengan manusia ki pie. Jenengan bisa tidur saya acung jempol pak, temenan. Ora melas karo wong cilik. Sing sugih semakin sugih, sing mlarat semakin ra isoh mangan. Saya ngalem jenengan jaga di sini esuk sore,” kata ibu berjilbab abu-abu.

“Mbok mesakke sitik. Oh iyo saya tugas, saya etuk gaji. Kae golek duit nggo mangan tok ora ngasi nimbun. Hatinya lho pak, bergerak. Saya menghormati jenengan tugas, daripada duwit disawerke ngono ngene, kita golek duit dewe nggo mangan,” sambungnya.

“Saya menghargai jenengan, menghormati jenengan bekerja, nuruti atasane. Tapi sebagai manusia jenengan yo isoh ngasih solusi, kae wong gur golek mangan, yo jarke, kecuali kae nyolong kae apa. Wong kita makan dodol kok dioyak-oyak koyo ngene,” pungkasnya.

Warganet banyak yang menanggapi video tersebut dengan meninggalkan berbagai komentar diunggahan akun tersebut.

“Semangaattt bu…pemerintah dmana? Duit BLT bukan hanya untuk pekerja formal…duit malah disawer2 sekian T hanya buat influencer…piyeee…mikirrr,” tulis @meymawarti.

“Cukupin kebutuhan rakyat dulu baru jalankan kebijakan bukan buat kebijakan tanpa solusi,situ pegawe pemerintah enak dpt gaji ,tunjangan lah kagak liat rakyat dibawah mati2an cari makan buat keluarganya,” tulis @milanistyarief.

“Benerr kata @dr.tirta rakyatt itu sekarang yg lg d butuhkan ituu makan,bukan masker.! Rakyat d suruh beli/pake masker tp 3hri lebih engga makan yoo isooo modarr,skrng pmrintah pusat udh ngasih anggaran buat rakyat² yg di bawah,uang d salurin untuk semua masyarakat d atur sm daerahnya masing²,tp apa yg ada d lapangan’a bisa sesuai ekspetasi dari pusat.???? Engga.!! Buktinya mana.??? Ini cukup jd sebagian bukti kecilnya,d luar sna msh bnyak yg memang sedang terjadi kya gni.. jd yg salah siapa .??? Pemerintah tau mau nyalahin rakyat lg karena susah d atur.???? yg salah itu org yg sudah d kasih amanah tp TIDAK BISA dengan baik menjalankan amanah dan kewajibannya yg sudah d berikan oleh masing².!! LOGISTIK TANPA LOGIKA = ANARKI,” tulis @wahidauchiha.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Banyaknya Peminat, IGS Gelar Workshop Microsoft Office 365 Tahap 2

Read Next

Tiga Nelayan Aceh yang Ditahan di India, Berhasil Dipulangkan