Penghina Wapres Ngaku Menyesal, Ingin Minta Maaf dan Mau Cium Kaki Wapres

Penghina Wapres Ngaku Menyesal, Ingin Minta Maaf dan Mau Cium Kaki Wapres

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/10/2020). Polisi menangkap Sulaiman Marpaung (SM) karena unggah foto kolase Wakil Presiden Maruf Amin bersama bintang porno asal Jepang Shigeo Tokuda atau Kakek Sugiono.

Usai penangkapan, ia ditetapkan sebagai tersangka, ia juga mengaku khilaf dan menyesal dan ingin minta maaf dan berkeinginan mencium kaki Wapres Ma’ruf Amin.

Selain itu, Sulaiman dalam keterangannya mengatakan bahwa ada empat orang anak di rumah yang menjadi tanggungannya, oleh karena itu, Sulaiman memohon Ma’ruf Amin membuka pintu maaf.

SM ini pun bersedia mencium tangan dan kaki Ma’ruf Amin agar dimaafkan.

Warga Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara ini mengaku tidak menyangka perbuatannya bisa fatal akibatnya.

Sulaiman mengatakan bahwa ia sempat diingatkan oleh seorang teman tentang risiko hukum mengunggah kolase foto Ma’ruf Amin dengan bintang porno Kakek Sugiono.

Dirinya sempat menghapus unggahan foto kolase Wapres dengan Kakek Sugiono tersebut, tapi beritanya sudah telanjur viral.

Sulaiman Marpaung juga menyampaikan permohonan maaf ke Nahdlatul Ulama (NU). Dirinya juga mengaku sebagai bagian dari NU.

Sebelumnya diberitakan, SM ditangkap karena menyandingkan foto Wapres Ma’ruf Amin dengan bintang film asusila asal Jepang Shiego Tokuda atau biasa disebut ‘Kakek Sugiono.

Menurut Awi, pelaku diduga telah melanggar Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) atau Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 26 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Sebagai informasi pelaku diduga menghina wapres dengan mengunggah foto yang disertai narasi ‘jangan kau jadikan dirimu seperti ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Di usia senja banyaklah berbenah untuk ketenangan di alam barzah. Selamat melaksanakan ibadah shalat Jumat.’

Alasan pelaku mengunggah postingan tersebut karena merasa kecewa dengan pernyataan Wapres Ma’ruf Amin.

“Kecewa tentang pernyataan Pak Ma’ruf Amin di channel Youtube,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono.

Sementara itu, pihak istana melalui Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi memberikan tanggapan sekaligus pertanyaan terkait motif penghinaan kepada Wapres.

“Ya kita pengin tahu motifnya apa, dia kan sebelumnya sudah minta maaf dan macam-macamlah. Apa yang dia katakan itu kan sangat mendalam, sebuah penghinaan yang luar biasa kepada Kyai Ma’ruf sebagai Wapres sekaligus sebagai ulama,” kata Masduki kepada media, Jumat (02/10/2020).

Dia menilai ungkapan penghinaan tersebut sangat menghakimi, seolah-olah orang lain salah dan dirinya yang paling benar sendiri.

“Dia mengatakan bahwa seakan-akan ulama, tapi dia penjahat agama, saya kira mendalam sekali makna itu. Jadi, mengatakan bahwa Kyai Ma’ruf sebagai Rais Aam PBNU, sebagai Ketum MUI dan Wapres itu dianggap berjubah ulama tapi penjahat agama. Kan itu kata-katanya. Itu kan luar biasa. Kata-kata ini penghakiman terhadap seorang yang selama ini sangat dihormati dalam komunitas NU,” jelasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dampak Cuaca Ekstrem, Harga Buah Salak Melambung Tinggi

Read Next

Ini Dia Rangkuman RUU Cipta Kerja, Mulai Perizinan Sampai UMKM