Jumat Ngopi di Kebun Kopi Temanggung

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/10/2020). Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memperingati Hari Kopi Sedunia dengan cara diskusi antara pelaku kopi dan pejabat pemerintah daerah.

Acara digelar di tengah Kebun Kopi Setundan, Desa Kalibanger, Kecamatan Gemawang secara terbatas, Jumat (02/10/2020).

Hari Kopi Sedunia yang jatuh Tanggal 1 Oktober dibarengkan dengan Hari Minum Kopi Temanggung yang biasa disebut dengan “Jumat Ngopi”. Oleh sebab itu acara yang digelar di area perkebunan kopi tersebut diberi tajuk “Jumat Ngopi di Kebun Kopi”. 

Jadi selain memperingati Hari Kopi Sedunia dan turut menyukseskan program Pemkab Temanggung, acara ini bertujuan untuk menguatkan kembali keberadaan kopi lokal Kecamatan Gemawang dan memperkenalkannya ke pasaran yang lebih luas.

“Ekonomi Gemawang itu termasuk salah satu yang paling stabil di Kabupaten Temanggung. Masyarakatnya bekerja keras, saya lihat lahannya juga maksimal, efisien. Selain keluar kopi juga keluar pisang, kemukus, panili hingga kayu sengon,” ungkap Bupati Temanggung HM Al Khadziq.

Bupati Temanggung, dalam sambutannya mengatakan apabila ekonomi jatuh dan hidup menjadi susah, minimal masyarakat Temanggung jangan sampai kelaparan.

Kabupaten Temanggung terkenal sebagai tempat yang subur dan apabila masyarakatnya sampai kelaparan itu akan sangat kebangetan.

“Saya mengajak kepada masyarakat, semua potensi lahan yang ada di desa, semaksimal mungkin ditanami tanaman pangan. Tanaman yang lain silahkan tetap ditanam, tetapi tanaman pangan jangan sampai lupa,” imbuhnya.

Camat Gemawang, Marlini Siregar, mengungkapkan bahwa semua kopi yang disajikan di acara Jumat Ngopi adalah kopi lokal Temanggung.

Marlini juga berharap dengan adanya acara seperti ini, permintaan kopi lokal di pasaran akan meningkat dan juga produksinya bisa sampai ke luar daerah.

“Ini akan menjadi agenda rutin kita, mungkin untuk hari berikutnya akan ke desa lain. Jumat Ngopi akan kita budayakan,” ungkap Marlini.

Meskipun demikian, protokoler kesehatan tetap dilaksanakan, meskipun hanya kalangan terbatas. Sambil minum kopi dan menikmati hidangan ala desa, dilakukan juga diskusi santai bersama petani dan pengusaha kopi dengan tema “Kopi Lokal Menuju Global Saat Pandemi Covid-19”. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bantuan Pesantren Tahap II Rp1 Triliun Segera Cair

Read Next

Heboh! Warga Sipil Gunakan Mobil Dinas TNI