Cara Cai Chang Pan, Terpidana Hukuman Mati Kabur dari Lapas

Cai Chang Pan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/10/2020). Cai Chang Pan, seorang narapidana hukuman mati yang kabur dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Tangerang Kelas I tidak hanya sekali kabur ke hutan.

Ketika pertama kali ditangkap pada Oktober 2016 silam, ia sempat bersembunyi dari kejaran petugas gabungan di dalam hutan.

“Sewaktu ditangkap Mabes Polri, dia lari ke hutan di Sukabumi,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (02/10/2020).

Kombes Yusri kembali menuturkan Cai Chang Pan diketahui kabur ke dalam hutan dikarenakan punya keahlian khusus. Dia juga mengatakan sewaktu di China, Cai Changpan pernah mengikuti pelatihan tentara.

“Jadi dia punya kemampuan survival (tinggal di dalam hutan, red),” tutur Yusri.

Diberitakan sebelumnya, Cai Chang Pan melarikan diri pada Senin (14/09/2020) dini hari pukul 02.30 WIB. Kepala Lapas Kelas 1 Tangerang Jumadi mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Cai Chang Pan divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 19 Juli 2017 karena kasus narkoba. Terpidana mati ini lantas mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten pada 28 September 2017, tapi ditolak.

Cai Chang Pan divonis bersalah atas kasus narkoba jenis sabu dengan barang bukti 1.135 bungkus plastik. Dalam putusan pengadilan, total berat sabu tersebut mencapai 135 kilogram.

Sudah hampir setengah bulan kabur dari Lapas Tangerang, keberadaan Cai Chang Pan kini mulai diendus polisi.

Pria 50 tahun asal China yang dijebloskan penjara karena terbukti sebagai bandar narkoba itu kabur dengan cara membuat jalur tikus di gorong-gorong Lapas.

Selain pihak kepolisian yang membantu dalam pengejaran, kasus tahanan kabur ini juga membuat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia turun gunung untuk melakukan pengejaran.  

Kepala Lapas Kelas 1 Tangerang Jumadi mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Chai Cang Pan yang berhasil kabur dari lapas kelas I Tangerang membuat publik bertanya-tanya.

Bagaimana dan dengan cara apa ia bisa melarikan diri dari ketatnya penjagaan di sel?

Berbagai cara dilakukan Cai Chang Pan agar bisa kabur dari tahanan.

Salah satunya dengan menutupi lubang galian yang dibuat dengan kasur agar tidak diketahui oleh petugas lapas.

“Tempat tidur dia geser, baru dilubangi. Setelah sudah gali tanah, dia tutup lagi. Itu tempat tidur 2 tingkat, dia geser dan gali, begitu selama 8 bulan dia lakukan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (02/10/2020).

Yusri menjelaskan, berdasarkan keterangan rekan satu sel, Cai Chang Pan melakukan penggalian lubang untuk kabur setiap malam dari pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.

“Malam dia bekerja. Mulai pukul 22.00 sampai 05.00 WIB,” kata Yusri.

Tiap malam gali tanah hingga dua plastik Cai Chang Pan melakukan aksi penggalian lubang di dalam kamar sel sendirian dengan menggali tanah dua kantong plastik setiap malam selama delapan bulan.

“Dia (Cai Chang Pan) lakukan setiap lubangi galian itu sehari 2 plastik tanah dan dibuang ke tong sampah, itu pengakuan teman sekamar,” kata Yusri.

Cai Chang Pan menggunakan alat penyedot untuk membuang air setiap proses penggalian tanah yang dilakukan setiap malam.

Saat ini mesin air itu dan beberapa alat bangunan lain berupa sekop serta obeng pun telah diamankan untuk menjadi barang bukti.

“Mesin itu untuk menyedot, karena setiap (gali) lobang akan keluarkan air, sudah diuji coba penyidik saat olah TKP mulai masuk sampai keluar, (sepanjang) 30 meter,” katanya.

Cai Chang Pan alias Anthoni berhasil kabur dari Lapas Kelas I Tangerang pada 14 September 2020 lalu.

Dia berhasil melarikan diri setelah membuat lubang dari kamar menuju gorong-gorong dengan panjang diperkirakan mencapai sekitar 30 meter.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan narapidana Cai Chang Pan yang kabur dari Lembaga Permasyarakatan Tangeran Kelas I itu sempat mengajak teman satu selnya.

“Sempat si teman satu sel ini pernah dia diajak,” kata Kombes Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (01/10/2020).

Namun, kata Yusri, teman satu sel Cai Chang Pan ini menolak ajakan untuk melarikan diri. Napi WNA ini mengaku tidak mau terlibat dalam aksi kabur Cai. Hal tersebut disampaikan saat diperiksa kepolisian.

“Tapi, dia tak mau terlibat dalam hal ini dan tak mau ikut, apa dia tahu? ya dia tahu, makanya dia sampaikan delapan bulan dia lubangi itu, bahkan handphone-nya temannya dibawa,” tuturnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Alokasi Anggaran Pembangunan Sektor Perikanan Budidaya Meningkat Menjadi 1,2 T pada Tahun 2021

Read Next

Dampak Cuaca Ekstrem, Harga Buah Salak Melambung Tinggi