Septic Tank dan Pasangkan WC untuk Sanitasi Sehat Kini Tersedia di Balangan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/10/2020). Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melalui program sanitasi sehat mulai menyisir pedesaan membangunkan wc dan septic tank yang dapat berguna untuk sanitasi warga.

Terutama menghilangkan kebiasaan masyarakat tentang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di sungai.

Sebagaimana di Desa Buntu Karau, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Warga desa di sini menjadi sasaran dari Dinkes untuk perbaikan sanitasi desa. Utamanya, mereka yang masih BABS di sungai atau pembuangan WC langsung ke sungai diperbaiki.

Rumah-rumah warga yang belum memiliki wc secara mandiri dan ada wc namun pembuangan ke sungai di data. Lantas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan dilaksanakan program perbaikan sanitasi tersebut.

Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Imam Hadi menerangkan, ada 16 unit rumah yang diperbaiki sanitanya. Di antaranya pemasangan WC baru serta pembuatan septic tank desain tripikon.

“Kami memfasilitasi warga yang tidak mampu dan tidak memiliki lahan lagi untuk perbaikan sanitasi,” ucap Imam, Rabu (30/09/2020).

Lebih lanjut paparnya, untuk pembuatan septic tank tersebut, dana bersumber dari dana Desa Buntu Karau. Selain itu pihaknya juga melakukan pembinaan kepada tukang yang ada di desa untuk pembuatannya.

“Menggunakan konsep pemberdayaan SDM yang ada, kami melatih tukang yang ada di desa setempat untuk pembangunan,” sebut Imam.

Tujuan dari pemasangan septic tank itu pun ujar Imam ialah sebagai upaya mengatasi kebiasaan masyarakat yang masih BABS pada jamban yang ada di sungai.

Selain itu perbaikan pada WC warga yang pembuangan pipanya langsung ke sungai tanpa pengolahan atau wadah khusus.

Respon masyarakat pada program ini nampak baik. Warga yang mendapat bantuan berkomitmen untuk tidak kembali pada kebiasaan lama mereka, yaitu BABS di sungai.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kominfo Buka Loker Dewan Pengawas RRI, Anda Tertarik?

Read Next

Pria Jepang Dijuluki ‘Pembunuh Twitter’, Apa yang Terjadi?