Dipertanyakan, Cleaning Service Kejagung Miliki Uang Ratusan Juta

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/10/2020). Penyidik Bareskrim Polri mendampingi seorang petugas cleaning service yang diduga memiliki uang ratusan juta di rekening, telah mendatangi Kantor Pusat Bank BRI dan Mandiri.

“Iya benar, penyidik ingin meminta printout rekening koran selama lima tahun,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo, saat dihubungi wartawan, Kamis (01/10/2020).

Sebelumnya, petugas cleaning service itu diperiksa penyidik kepolisian selama dua hari berturut-turut, yakni pada 29-30 September 2020.

Pemeriksaan marathon ini dilakukan, karena petugas cleaning service itu diduga memiliki uang ratusan juta di dalam rekeningnya. Pemeriksaan ini terkait kebakaran di Kejaksaan Agung.

Informasi adanya petugas cleaning service yang mempunyai uang ratusan juta itu pertama kali muncul saat Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengan Kejaksaan Agung.

Anggota Komisi Hukum Arteria Dahlan mempertanyakan soal informasi petugas cleaning service yang punya rekening ratusan juta rupiah ke Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin.

Dia juga mempertanyakan ihwal mengapa petugas tersebut memiliki akses ke lantai enam, yang menjadi titik awal api kebakaran Kejagung.

Kejaksaan Agung menanggapi terkait isu adanya anak buah mantan Jaksa Agung Muda (JAM) yang berprofesi cleaning service yang selalu menjadi saksi dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, memaparkan, bahwa orang yang selalu menjadi saksi cleaning service itu merupakan Pengamanan Sumber Daya Organisasi (Pam SDO). Dijelaskannya, Pam SDO ini tidak terikat pada pejabat siapa pun termasuk JAM terdahulu.

“PAM SDO ini tidak melekat pada siapa pun pejabat terdahulu. Artinya pejabat terdahulu sudah berganti dengan jabatan sekarang maka PAM SDO mendapat perintah dari pejabat atau atasan yang bersangkutan untuk selalu memposisikan pengamanan suber daya organisasi,” kata Hari di Badiklat Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (30/09/2020).

Dijelaskannya, Pam SDO bertugas bukan dalam arti mendampingi seperti pengacara terhadap kliennya. Akan tetapi, tugasnya mengamankan agar pemeriksaan berjalan lancar dan tak ada gangguan.

“Mungkin teman-teman memposisikan informasi yang barang kali kurang tepat. Jadi PAM SDO ini bekerja mengikuti pimpinan terdahulu tidak. Dan itu selalu kami lakukan ketika terkait dengan institusi. Kan semuanya ingin berjalan lancar nggak ada yang mengganggu dan lain sebagainya. Bukan mendampingi loh ya,” urainya.

Terkait dengan Pam SDO disebut sebagai anak buah mantan JAM, Hari mengatakan, hal itu sebaiknya dikonfirmasi lagi kepada yang mengeluarkan pernyataan. Dia menegaskan, bahwa Pam SDO bertugas tidak terikat pada pejabat terdahulu.

“Jadi siapa pun kalau katakanlah sekarang jamintelnya pak sunarta, maka PAM SDO ini bekerja berdasarkan surat perintah jamintel atau direktur atau atas nama jamintel, jadi sekali lagi fungsinya adalah pengamanan, bukan mendampingi, berbeda,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pemda Tengah Persiapkan Sail Tidore 2021

Read Next

Bank DKI Raih Penghargaan Ajang E-Awarding 25th Infobank Awards 2020