Di Blora Izin Pergelaran Seni Kembali Diperketat

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/10/2020). Izin penyelenggaraan pergelaran seni di Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali diperketat setelah kasus positif  Covid-19 terus bertambah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Slamet Pamudji dalam keterangannya mengatakan, sebenarnya pergelaran seni ini sudah sejak lama dilakukan pembatasan.

Sejak April 2020 awalnya dilarang kemudian memasuki Juni pergelaran kesenian kecil-kecilan diperbolehkan. Sekarang pun sebenarnya masih boleh, hanya dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan (prokes). ‘’Tapi karena kasus positif terus naik, izin pelaksanaannya diperketat,’’ jelasnya, di Blora, Rabu (30/09/2020).

Menurut dia, kebijakan boleh atau tidak pagelaran seni, diserahkan pada masing-masing kecamatan. Mengingat kasus positif semakin bertambah. Hal itu karena beberapa wilayah  kecamatan  zona orange, sehingga di setiap kecamatan berbeda juga perlakuannya. ‘’Makanya agar bisa memahami ini, saat di satu kecamatan kasus penularannya tinggi, akan menjadi penilaian sendiri,’’ ungkap dia.

Selain itu, tambah dia, bagi yang melaksanakan pagelaran seni harus memiliki izin. Tidak bisa seperti hari normal, masyarakat melaksanakan pergelaran tanpa izin. Jika ketahuan tak memiliki izin maka siap-siap akan dibubarkan.

Ia menyadari kondisi seperti saat ini sangat memberatkan para seniman. Hanya saja ini harus dilakukan. ‘’Karena keselamatan itu utama, walaupun itu berat,’’ imbuh dia.

Pihaknya memastikan sebenarnya pemerintah kabupaten tidak melarang, hanya saja harus memperhatikan persebaran corona. Jika sebarannya tinggi seperti saat ini agar seniman menahan diri dulu.

Berdasarkan monitoring data perkembangan Covid-19 yang diinformasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Rabu (30/9/2020) pukul 12.30 WIB, jumlah positif Covid-19 sebanyak 434 kasus atau bertambah satu kasus dari sebelumnya.

Sembuh 364 orang atau bertambah 11 orang dari sebelumnya. Kemudian, positif dirawat di rumah sakit 3 orang. Positif dirawat isolasi mandiri 40 orang.  Meninggal dunia 27 orang atau bertambah satu orang dari sebelumnya, sedangkan pemeriksaan swab sebanyak 3.306 atau bertambah 177 orang dari sebelumnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Menristek Ungkap Belum Ada Metodologi Ramal Waktu Gempa Bumi

Read Next

Kemendagri Klaim, Cara Ini Permudah Pengurusan Dokumen Kependudukan