Singkong Dihargai Murah, Petani Menjerit

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/09/2020). Para petani singkong di beberapa Desa di Kecamatan Cibugel, saat ini merasa sulit mendapatkan keuntungan dari hasil tanamnya. Dari pertanian singkong, hanya bisa kembali modal karena harga jual singkong yang rendah.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya permintaan songkong dari pabrik tepung aci. Pengusaha aci malah malah membeli singkong dari luar daerah.


“Sebagian besar warga Cibugel kan petani singkong, namun saat ini kita benar-benar tak menikmati dari hasil singkong itu, selain memang harga dari bandar disini murah,” ujar Cardi, petani singkong di Desa Sukaraja, Selasa (28/09/2020).


Kondisi tersebut membuat para petani harus bekerja keras mengembangkan produktivitas dan kualitas karena komoditas singkong menjadi tumpuan para petani di Cibugel untuk kelangsungan ekonominya.


Dengan harga jual singkong yang murah, kata Cardi, untuk bisa mengganti modal saja sudah untung, bahkan tak jarang petani tekor. Faktor lainnya, kata dia, berkurangnya produkai karena banyak serangan hama bagong yang setiap saat jadi musuh utama petani singkong di Cibugel.


Petani lainnya, Wahyu warga Desa Jayamandiri mengaku sempat ingin beralih untuk tidak menanam singkong, namun karena tak ada komoditas lain, maka ia tetap saja bertahan menanam singkong. 


Disebutkan, sempat keinginan menanam kacang tanah tapi khawatir gagal panen, selain itu petani disini dari dulu hanya menanam singkong atau jagung.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ingat! Bantuan Kuota Internet Tidak Berbentuk Nomor Baru atau Perdana

Read Next

Keramaian Liga Indonesia 1 dan 2 Dilarang