Bahaya! Ciri-ciri Manusia Tertular Penyakit Rabies

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/09/2020). Hari Rabies Dunia, atau World Rabies Day dilaksanakan tiap tanggal 28 September. Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung memperingati WRD dengan kegiatan Sosialisasi dan Vaksin Gratis bagi pemilik hewan.

Adapun kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, yaitu KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) tentang rabies kepada masyarakat melalui berbagai media serta pendataan lalu lintas keluar masuk Hewan Pembawa Rabies (HPR) di Kabupaten Temanggung.

Rabies adalah penyakit yang lazim kita kenal dengan penyakit anjing gila yang bersifat akut, menyerang susunan saraf pusat, penularannya lewat HPR, yakni semua hewan berdarah panas antara lain anjing, kucing, dan kera.

Rabies bersifat zoonosis artinya dapat menular dari hewan ke manusia, sampai hari ini rabies belum ada obatnya dan apabila gejala klinis muncul akan menimbulkan resiko kematian tinggi pada manusia maupun hewan.

Dalam keterangannya Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinakan Kabupaten Temanggung, Mukhlis, Senin (28/09/2020) mengatakan bahwa rabies ditularkan melalui luka akibat gigitan hewan penderita rabies dan luka yang terkena air liur hewan dan manusia yang terkena rabies.

Rabies memiliki dua tipe gejala, yakni rabies tenang dan rabies ganas. Pada gejala rabies ganas, hewan menjadi penakut atau galak bahkan menyerang atau menggigit apa saja, serta tidak menurut perintah pemilik.

Kemudian muncul air liur berlebihan, pada waktu 4-7 hari setelah menunjukan gejala klinis antara lain kejang-kejang dan lumpuh dapat berakhir kematian.

Kemudian rabies tenang pada hewan tandanya adalah hewan bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, disertai kejang-kejang yang singkat.

Kemudian lumpuh dan tidak bisa menelan, mulut terbuka disertai air liur berlebihan, lalu kematian dalam waktu singkat.

“Karena rabies adalah penyakit dari hewan menular ke manusia. Untuk ciri-ciri rabies sendiri sepeti demam, bintik, takut matahari, perubahan perilaku, tetapi paling sering diketahui melalui suhu,” ujar Mukhlis.

Untuk menangani kasus gigitan hewan penular rabies diperlukan tindakan pertolongan pertama, yakni mencuci luka gigitan dengan sabun detergen selama 5-10 menit dan diberi yodium tintur atau alkohol 70%.

Selanjutnya dibawa ke rumah sakit atau Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut, kemudian melaporkan kasus ke petugas Dinakan Kabupaten Temanggung.

Selanjutnya hewan penggigit ditangkap dan diobservasi serta divaksin selama 14 hari, apabila hewan mati dalam masa observasi, maka akan ditelusuri penyebab kematianya.

Rabies dapat dicegah dengan memelihara hewan dengan baik, yakni hewan tidak dibiarkan berkeliaran, dirantai maksimal dua meter pada rumah tak berpagar, vaksinasi rutin ke Dokter Hewan atau Puskeswan terdekat.

Kurangi sumber makanan pada hewan liar dengan tidak membuang sisa makanan ke tempat terbuka, dan melaporkan jika ada kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GPHR) ke petugas kesehatan setempat.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

G-20 Resmi Sepakati Kebijakan Energi

Read Next

Pedagang di Cibugel Masih Bertahan Saat Pandemi Meski Pendapatan Menurun