Fakta Baru Tersangka Kasus Pemerasan dan Pelecehan Wanita Saat Rapid Test

Viral Pelecehan saat Rapid Test, Pelaku Berhasil Ditangkap

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/09/2020). EFY, tersangka pemerasan dan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) sudah dillakukan penahanan.

“Tersangka EFY sudah penyidik lakukan upaya penahanan,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Bandara Soetta Kompol Alexander, dalam keterangannya, Minggu (27/09/2020).

Alex mengungkapkan gelar dokter yang disandang tersangka EFY dipertanyakan lantaran rupanya ia baru menyelesaikan program ko-assisten atau Koas kedokterannya.

Tak hanya itu, menurut Alex, pihaknya berhasil mengungkapkan, tersangka EFY menginginkan uang tambahan dari hasil memeras korban yang melakukan rapid test sebagai salah satu persyaratan menggunakan pesawat terbang.

“Yang bersangkutan menginginkan uang lebih,” kata Alex.

Berikut fakta-fakta terbaru tentang EFY :

Alex mengatakan, penyidik masih menggali keterangan dari pelaku, atas kasus pidana yang disangkakan terhadap dokter lulusan perguruan tinggi di Sumatera Utara itu.

Sementara ini, berdasarkan keterangan tersangka pelecehan ini, dia dipekerjakan PT Kimia Farma Diagnostika di area Bandara Soetta, dengan sistem upah berdasarkan kerja sif.

“Dipekerjakan dengan gaji per sif. Per sif mendapatkan Rp 375 ribu dari perusahaan yang mempekerjakan,” ungkap Alex.

Alex juga mengungkapkan, gelar dokter yang disandang tersangka kasus pemerasan dan pelecehan seksual terhadap penumpang saat rapid test di Terminal 3 Bandara Soetta dipertanyakan.

Alex mengatakan, tersangka EFY baru menyelesaikan program ko-assisten atau Koas kedokterannya. Dia belum mengikuti Uji Kompetensi Dokter Indonesia atau UKDI.

“Iya, yang bersangkutan sudah Koas, namun belum mengikuti UKDI,” ujar Alex.

Dia menuturkan, kepolisian sudah berkordinasi langsung dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memperoleh keterangan lebih lanjut terkait kasus pemerasan dan pelecehan seksual tersebut.

Kepolisian mengungkap motif kasus pelecehan dan pemerasan terhadap seorang penumpang saat melakukan rapid test di Terminal 3 Bandara Internasional Soetta.

Polisi menyebut, tersangka EFY menginginkan uang tambahan dari hasil memeras korban yang melakukan rapid test sebagai salah satu persyaratan menggunakan pesawat terbang.

Diketahui, EFY meminta uang sebesar Rp 1,4 juta kepada korban dengan modus bisa mengubah hasil tes cepat yang semula reaktif menjadi non-reaktif. Setelah memeras, EFY diduga melakukan pelecehan seksual kepada korban yang sama.

“Yang bersangkutan menginginkan uang lebih,” kata Alex.

Meski demikian, dia masih enggan menerangkan untuk apa uang yang diminta dari korban pelecehan dan pemerasan tersebut.

Padahal diketahui, tersangka dibayar sekitar Rp 350 ribu lebih untuk sekali shift di Terminal 3 Bandara Soetta.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tampung Keluhan Masyarakat, Disdukcapil Sumedang Gelar Zoom Meeting dengan Warga

Read Next

Di Palangka Raya, Motor Roda 3 Milik TNI Disulap Menjadi Perpustakaan Keliling