Kreatif! Pembatik Difabel Ciptakan Karya Motif Corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/09/2020). Pembatik difabel di Kabupaten Blora, Jawa Tengah terinspirasi membuat karya bermotif Corona.

Ketua Difabel Blora Mustika (DBM), Abdul Ghofur dalam keterangannya mengungkapkan ide pembuatan batik motif Corona tersebut, muncul dari keprihatinan penyandang disabilitas atas besarnya dampak wabah Covid-19 terhadap sejumlah kalangan. Tak terkecuali terhadap produksi batik difabel Blora. 

“Kita buat batik Corona ini karena kita ingin mengenang sejarah. Karena dampak dari Corona ini sungguh luar biasa. Tidak hanya Indonesia tapi dunia,” kata Abdul di Blora, Sabtu (26/09/2020).

Termasuk di dalamnya penyandang disabilitas yang tidak bisa bekerja akibat wabah ini. “Jadi kita ingin kenang sejarah itu. Bahwa ada wabah yang membuat seluruh perekonomian terdampak,” kata dia.

Menurut Ghofur, Wabah Covid-19 yang sudah berlangsung hampir lebih 6 bulan membuat pembatik difabel tidak lagi bisa bekerja. Bahkan tidak hanya batik difabel, sejumlah pembatik lain di Blora sudah ada yang alih profesi. 

“Kita cukup bersyukur, dengan buat motif ini (Corona) kita bisa kembali bekerja. Banyak pembatik lain yang sudah tidak produksi. Mereka pilih alih profesi karena tidak ada pesanan sama sekali,” ungkap dia. 

Ia menyebut batik difabel Indonesia dibuat oleh para penyandang disabilitas. Dalam sehari, mereka bisa mengerjakan lima sampai sepuluh motif kain batik. 

“Kalau batik difabel ini sesuai namanya, yang buat penyandang disabilitas semua, ada yang amputasi kaki, amputasi tangan, polio dan sebagainya,” terangnya.

Meski baru seminggu diproduksi, batik motif Corona sudah banyak dipesan. Setidaknya sudah ada sekitar 50 pesanan yang datang. “Kemarin dari Jakarta pesan 6 sudah kita kirim. Sekarang ini pesanan dari instansi pemerintah kabupaten dan anggota dewan. Kita sangat mengapresiasi dukungan mereka terhadap pemberdayaan teman-teman disabilitas,” ungkap Ghofur.

Ghofur pun berharap ke depan banyak instansi lain yang memesan batik motif Corona produksi difabel Blora.

“Kalau kita harapannya cuma satu, pesanan lebih banyak dan datang terus, agar temen-temen difabel tetap bisa bekerja dan berdaya,” harapnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pasca Baku Tembak, Aparat Kejar KKB di Intan Jaya Papua

Read Next

Tawuran di Kandea, Tewaskan Warga Karena Terkena Anak Panah