Viral Pelecehan saat Rapid Test, Pelaku Berhasil Ditangkap

Viral Pelecehan saat Rapid Test, Pelaku Berhasil Ditangkap

Konfirmasitimes.com-Jakarta (26/09/2020). Polres Bandara Soekarno Hatta akhirnya berhasil meringkus tersangka pemerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno Hatta.

Diketahui tersangka berinisial EF diringkus di Sumatera Utara. EF ditangkap pada Jumat (25/09/2020) dini hari. EF diamankan bersama teman wanitanya di sebuah kamar kos.

“Yang bersangkutan ditangkap bersama dengan seorang teman wanitanya yang berada di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurico, Jumat (25/09/2020).

“Iya, di Sumut,” kata Kasatreskrim Polresta Bandara Kompol Alexander Yurikho, dalam keterangannya kepada media, Jumat (25/09/2020).

Pukul 13.02 WIB, EF tiba di Bandara Soetta dengan pengawalan ketat polisi. Sementara, kedua tangannya diborgol dan ditutup kain hitam.

Alex, sementara itu belum ingin berkomentar banyak terkait penangkapan tersebut dan menyampaikan polisi akan menggelar jumpa pers pada siang hari.

Motif pelaku menjalankan aksinya

Kepada penyidik, EF mengakui dan menjelaskan alasan dari perbuatannya itu. 

“Dia melakukan penipuan karena menginginkan uang lebih. Sedangkan pelecehan seksual karena nafsu sesaat,” kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Komisaris Alexander Yurikho, dalam keterangannya, Sabtu, (26/09/2020). 

Polisi sejauh ini menetapkan EF sebagai tersangka dan menjeratnya dengan pasal berlapis.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho mengatakan, tersangka terkena pasal pelecehan, pemerasan hingga penipuan.

“Ya betul kami jerat tersangka dengan pasal berlapis, pelecehan, pemerasan dan penipuan,” kata Alexander saat dikonfirmasi, Jumat (25/09/2020).

Alex merincikanketiga pasal tersebut yakni, Pasal 289 dan/atau Pasal 294 untuk dugaan pelecehan seksual, 368 KUHP untuk kasus pemerasan, dan/atau Pasal 378 KUHP terkait penipuan.

“Jadi tiga ya, Pasal 289 dan 294 ancaman diatas lima tahun penjara, 368 ancaman sembilan tahun, dan 378 ancaman empat tahun,” jelas Alexander.

Kronologi kejadian versi korban pelecehan saat rapid test

Sebelumnya, jagad sosial media dihebohkan dengan curhatan seorang wanita berinisial LHI yang mengaku diperas dan dilecehkan oleh dokter saat menjalani rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Melalui akun media sosial Twitter miliknya @listsongs, wanita tersebut menceritakan aksi bejat seorang dokter saat melakukan rapid test sebagai syarat untuk menaiki pesawat terbang.

Diketahui dalam cuitannya di Twitter, LHI mengaku diperas dan dilecehkan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/09/2020) lalu, LHI hendak berangkat ke Nias, Sumatera Utara, dengan menggunakan pesawat terbang.

Pada saat itu, LHI tengah berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hattta, Jakarta, untuk mengikuti rapid test sebagai salah satu syarat penumpang yang hendak bepergian di tengah pandemi COVID-19.

“Flight-ku jam 6 pagi, jadi sekitar jam 4 pagi aku udah sampai terminal 3 untuk melakukan rapid test. Aku test rapid-nya di tempat resmi yang sudah disediakan oleh Bandara-Soetta. Setelah dipanggil masuk untuk mengambil hasil rapid test, dokternya bilang Ig G aku reaktif. aku bingung aja hah, kok bisa sih tapi yau dahlah,” cuit LHI.

Sempat pasrah karena hasil rapid test-nya reaktif, LHI mengaku didatangi seorang petugas yang mengaku bisa membantu mengubah hasil rapid test. LHI sempat kaget ada tawaran seperti itu. Dia pun sempat menolak tawaran tersebut.

“Dokternya malah terkesan “maksa” biar aku tetep terbang ke Nias. katanya ‘nggak apa-apa mbak, terbang aja, mbak gapapa kok sebenarnya, ga bakal nularin ke orang-orang di sana. Kalau mau tetap berangkat, ini saya rapid lagi, bayar aja Rp 150 ribu lagi buat test ulangnya,” cuitnya lagi.

Singkat cerita, LHI mengaku EF terus mengikutinya dan menawarkan untuk mengubah hasil tes, namun kali ini EF meminta sejumlah uang.

“Si dokter jawab ‘mba mampunya berapa? misal saya sebut nominalnya takut ga cocok’ hhh si anjing. yaudalah aku asal jawab aja “sejuta?” eh si dokter miskin ini jawab “tambahin dikit lagi lah mba” si tai yaudah karna aku males ribet orangnya, aku tambahin jadi 1,4jt,” sambungnya.

Usai mendapatkan surat bebas Covid-19, ternyata LHI mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh. EF malah melakukan pelecehan seksual dengan mencium wajahnya. Tak hanya itu saja, petugas tersebut juga memegang payudaranya.

“Aku kira cuma selesai sampai di situ, ternyata enggak :(abis itu, si dokter ndeketin aku, buka masker aku, nyoba untuk cium mulut aku. di situ aku bener2 shock, ga bisa ngapa2in, cuma bisa diem, mau ngelawan aja gabisa saking hancurnya diri aku di dalam,” akunya.

LHI mengaku saat EF melakukan pelecehan dirinya tidak melakukan perlawanan.

“Please jngan hujat aku “aku nya yang ngebolehin/gak ngelawan” tapi jujur, pada saat kejadian bener2 gak bisa ngapa2in dan ngerasa powerless,” demikian akhir cuit LHI.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Enam Pejabat Resmi Dilantik Ganjar Jadi Pjs Wali Kota Bupati

Read Next

Sempat Anjlok, Harga Batu Bara Naik 20%, Akankah Terus Berlangsung?