Limbah Batok Kelapa Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi

Limbah Batok Kelapa

Konfirmasitimes.com-Sulbar (26/09/2020). Sekelompok pemuda dari Kabupaten Majene mencoba untuk memanfaatkan limbah batok kelapa yang banyak berserakan di pinggir pantai menjadi sebuah kerajinan yang bernilai ekonomi.

Menurut salah satu pengrajin batok kelapa, Wahdi, ia mengungkapkan bahwa membuat kerajinan dari batok kelapa lantaran bahan bakunya banyak di lingkungannya banyak dan juga masyarakat sekitar belum memaksimalkan bahan baku tersebut, malahan dianggap sebagai limbah.

“Alasannya membuat kerajinan dari batok kelapa karena bahannya mudah didapat dan juga tidak berbayar,” ungkapnya saat dihubungi via whatsapp, Jumat (25/09/2020).

Pembuatan kerajinan batok kelapa ini ia mulai rintis bersama dengan rekan-rekannya beberapa bulan lalu yaitu sekitar permulaan bulan mei. Meskipun pada awalnya begitu sulit untuk memulai dan meyakinkan rekannya, namun sampai sekarang mereka tetap eksis untuk meladeni para pelanggan.

Ia menceritakan bahwa keterampilan membuat kerajinan didapatkan oleh salah satu rekannya yang mengikuti pelatihan di salah satu lembaga. Dari situlah awal mula ia bersama dengan rekan-rekannya mencoba membuka usaha kerajinan batok kelapa.

“Yang terlibat dalam pembuatan kerajinan ini adalah anak muda yang ada di Lingkungan Leppe, Kab. Majene, Sulawesi Barat, dan yang memulai pertama kali yaitu saudara sucipto, hal ini terinspirasi dari mengikuti sebuah pelatihan membuat kerajinan dari batok kelapa,” Imbuh pemuda lulusan salah satu perguruan tinggi di Kab. Majene ini.

Wahdi menyampaikan bahwa saat ini ada dua jenis kerajinan dari batok kelapa yang fokus ia kembangkan bersama rekan-rekannya yaitu kerajinan gantungan kunci dan juga bros khusus untuk cewek.

Ia mengakui sempat kewalahan dalam melayani permintaan pelanggan yang bukan hanya dari Kab. Majene namun juga dari luar kabupaten.

“Kebanyakan yang memesan adalah kalangan remaja, khusunya remaja cewek,” imbuhnya.

Dalam hal harga, wahdi membeberkan bahwa ia bersama rekan-rekannya tidak mematok harga yang tinggi, hal ini lantaran bahan baku yang tidak memerlukan biaya atau dengan kata lain gratis. Sehingga biaya produksi dapat diminimalisir. Hanya perlu sentuhan kreatif dari para pengrajin untuk membuat gantungan kunci dan bros sesuai pesanan para pelanggan.

“Kerajinan batok kelapa ini bisa dijadikan hadiah, ataupun souvenir pernikahan. Harganya tergantung tingkat kesulitan namun rata-rata berkisar Rp. 5.000,” jelasnya.

Pemuda lingkungan Leppe ini mengakui bahwa pihaknya saat ini hanya melakukan promosi melalui online lantaran hal itu sangat mudah dilakukan dan juga target pasarnya saat ini menyasar kalangan remaja yang notabene aktif di media sosial

“Pemasarannya melalui media sosial utamanya instagram dan facebook melalui akun pakkappung 6.0,” ucapnya.

Meskipun saat ini pesanan hampir tiap hari masuk, namun ia mengakui hal itu bisa menjadi keuntungan dan bisa jadi tantangan buat komunitasnya. Karena saat ini ia hanya beranggotakan 5 orang. Orang tersebut yang harus mengerjakan semua pesanan para pelanggan. Mulai dari promosi, menerima pesanan, mengatur keuangan, mengumpulkan bahan baku, mengerjakan kerajinan, melakukan finishing, dan lain-lain.

 Ia mengakui bahwa saat ini ia kesulitan untuk mencari tambahan pengrajin untuk ikut bergabung ke dalam komunitasnya yang fokus merintis usaha dalam bidang kerajinan batok kelapa.

Wahdi berharap agar usaha kerajinan dari batok kelapa ini yang ia rintis bersama para pemuda di lingkungannya dapat terus berkembang dan juga bisa menambah jenis kerajinan dari batok kelapa serta pemasarannya bisa lebih luas lagi. “Usahanya bisa jalan terus dan jenis kerajinannya bisa ditambah,” harap ketua komunitas Pakkappung 6.0 yang bermarkas di tempat wisata Pantai Munu.

Musfirah, salah satu pelanggan mengungkapkan merasa puas atas kerajinan yang didapatkan dari tim kreatif pakkappung 6.0.

“Desainnya bagus, dan juga kita bisa pesan nama kita ditulis di gantungan kunci tersebut, sangat kreatif deh,” Ungkapnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Di Pekanbaru, Kasus Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari

Read Next

Pemkot Serahkan Bantuan Hibah Kepada PMI Kota Depok