Ketahui Lebih Dini, Jenis Penyakit Vertigo dan Penyebabnya

5 Cara Efektif Hilangkan Sakit Kepala tanpa Pil

Konfirmasitimes.com-Jakarta (26/09/2020). Vertigo (dari bahasa Latin vertō “gerakan berputar”) adalah salah satu bentuk sakit kepala di mana penderita mengalami persepsi gerakan yang tidak semestinya (biasanya gerakan berputar atau melayang) yang disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular.

Vertigo sering kali dibarengi dengan gejala mual dan muntah serta ketidakmampuan penderita menjaga keseimbangan badan, yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan berdiri atau berjalan, juga mengeluarkan keringat berlebih, sakit kepala, bahkan kadang disertai nistagmus (gerakan mata yang tidak normal), telinga berdenging (tinnitus) dan sensasi merasa akan terjatuh. Biasanya, kondisi ini akan hilang timbul dan bisa berlangsung selama beberapa menit, jam, atau bahkan hari..

Vertigo dibagi menjadi beberapa tipe. Tipe pertama dikenal dengan objektif di mana penderita merasa benda-benda di sekitarnya bergerak. Tipe ke dua dikenal dengan subjektif di mana penderita merasa mereka bergerak pada saat mereka sedang diam. Tipe ke tiga dikenal dengan pseudovertigo, di mana pasien merasa sensasi gerakan berputar di dalam kepalanya.

Penyebab vertigo sebenarnya tergantung dengan jenis vertigo yang dialami. Secara umum, terdapat dua jenis vertigo yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Masing-masing kondisi juga mempunyai penyebabnya tersendiri.

Jenis Vertigo yang sering Dialami : Vertigo Periferal

Penyebab vertigo periferal diakibatkan karena adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh.

Saat Anda menggerakkan kepala, bagian dalam telinga akan memberi tahu di mana posisi kepala berada lalu mengirimkan sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan.

Namun, jika terdapat masalah pada bagian dalam telinga, maka kamu akan merasakan sakit dan pusing. Hal ini bisa terjadi karena adanya peradangan di telinga bagian dalam atau karena adanya infeksi virus.

Penyebab Vertigo Central

1. Migrain

Sakit kepala sebelah tidak tertahankan disertai dengan rasa nyeri yang berdenyut dan sering dialami oleh orang yang berusia muda. Migrain biasanya dialami oleh kalangan muda dan dianggap sebagai salah satu penyebab umum dari penyakit ini. Menghindari pemicu dan mengobati migrain biasanya dapat meringankan penyakit ini.

2. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis merupakan gangguan sinyal saraf yang terjadi pada sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang) yang diakibatkan oleh kesalahan pada sistem kekebalan tubuh seseorang.

3. Neuroma akustik

Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf vestibular, yaitu sistem saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Sejauh ini neuroma akustik disebabkan oleh kelainan genetik.

4. Mengidap tumor otak

Tumor otak yang menyerang cerebellum atau otak kecil, sehingga mengakibatkan gangguan koordinasi gerakan tubuh.

5. Mengalami stroke

Stroke yaitu penyumbatan pembuluh darah yang terjadi pada otak.

6. Konsumsi beragam obat

Mengonsumsi beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan efek samping vertigo.

Penyebab Vertigo Periferal

a. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)

Penyebab vertigo yang paling umum yakni BPPV yaitu kondisi di mana vestibuler telinga dalam mengalami gangguan dan dipicu oleh perubahan posisi dan gerakan kepala yang secara tiba-tiba. Misalnya:

  • Perubahan posisi kepala dari posisi tegak menjadi menunduk tiba-tiba
  • Bangun tiba-tiba dari tidur
  • Gerakan mendongakan kepala

Kondisi ini biasanya terjadi dalam waktu yang singkat dan sering kali dialami oleh orang yang berusia di atas 50 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan juga jika orang yang lebih muda bisa mengalami kondisi ini.

b. Riwayat cedera kepala

Penyebab vertigo periferal yang lainnya adalah karena dampak dari riwayat cedera kepala. Orang yang mengalami cedera kepala sebelumnya, bisa saja mengalami gangguan telinga dalam yang kemudian menyebabkan vertigo.

c. Mengalami labirintitis

Penyebab vertigo periferal selanjutnya adalah mengalami labirintitis. Labirintitis adalah peradangan dan infeksi yang terjadi di bagian telinga dalam, khususnya pada saluran berliku-liku dan penuh cairan. Telinga bagian dalam ini berperan penting dalam mengendalikan pendengaran dan keseimbangan seseorang. Infeksi telinga bagian dalam biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri, misalnya pada pengidap flu atau pilek.

d. Vestibular neuronitis

Vestibular neuronitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian saraf telinga yang terhubung langsung dengan otak. Peradangan ini diakibatkan oleh infeksi virus yang biasanya terjadi tiba-tiba tanpa diiringi dengan gejala atau tanda lainnya, bahkan tidak ada masalah pada kemampuan pendengaran.

Kondisi ini dapat terjadi selama beberapa jam dalam sehari. Gejalanya kehilangan kesimbangan, kepala kliyengan, mual, dan bahkan munta. Meski peradangan ini terjadi di bagian saraf telinga, kondisi ini biasanya tidak membuat penderitanya mengalami kehingalan pendengaran.

e. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere merupakan penyakit langka yang meyerang telinga bagian dalam. Walaupun penyakit Meniere ini jarang terjadi, tetapi kondisi ini bisa menjadi penyebab vertigo yang sangat parah. Bahkan dalam beberapa kasus, gejalanya meliputi telinga berdenging, dan kehilangan pendengaran dalam kurun waktu tertentu.

Vertigo Central

Berbeda dengan vertigo periferal yang disebabkan oleh gangguan pada telinga dan organ keseimbangan, vertigo central terjadi akibat adanya masalah pada otak. Bagian otak yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit ini adalah cerebellum atau otak kecil.

Jenis vertigo ini biasa diakibatkan oleh penyakit lain atau masalah yang terjadi di otak seseorang. Namun juga tak menutup kemungkinan bahwa vertigo ini terjadi karena hal lain seperti konsumsi obat.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ambyar, Begini Akibat Nekat Hadang Truk di Jalan

Read Next

Burung Bernyanyi Lebih Tenang Dan “Lebih Seksi” Karena Pandemi