Dipaksa Tenggak Miras, Siswi di Jombang Diperkosa Bergilir

ilustrasi pelecehan seksual

Ilustrasi pelecehan seksual

Konfirmasitimes.com-Jakarta (26/09/2020). Polisi Jombang menangkap empat dari tujuh pelaku yang diketahui memperkosa siswi kelas XII SMA di Kecamatan Diwek, Jombang. Korban digilir oleh tujuh pemuda di areal persawahan.

Kapolsek Mojowarno AKP Yogas dalam keterangannya mengatakan kasus tersebut terbongkar setelah ibu korban melapor pada Rabu (23/09/2020). Ibu korban tak terima anaknya telah diperlakukan tak senonoh.

“Korban cerita ke ibunya,” ujar Yogas saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/09/2020).

Berbekal keterangan korban, lanjut Yogas, pihaknya lalu meringkus empat pelaku pada Kamis (24/09/2020) dini hari. Para pelaku adalah BAK (17), warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno. Kemudian AG (18), MZ (16), dan MA (20). Ketiganya merupakan warga Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno.

Kronologi kejadian

Kasus ini berawal saat korban berkenalan dengan pelaku berinisial AG melalui Facebook. Lebih lanjut, Yogas mengatakan, keduanya lantas melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp. Setelah dekat, korban yang saat ini berusia 18 tahun diajak pelaku bertemu pada 24 April 2020 malam. Ketika itu, korban masih berusia 17 tahun yang mana masih tergolong anak di bawah umur.

Korban yang datang mengendarai sepeda motor sendiri, diajak AG ke persawahan Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan. Rupanya di tempat sepi itu sudah ada beberapa teman-teman pelaku yang sedang menenggak miras.

“Korban dipaksa minum minuman beralkohol oleh para pelaku. Kemudian korban dipaksa untuk disetubuhi. Korban sempat berontak tapi dipegangi oleh pelaku, tenaga korban kalah,” terang Yogas.

Yogas telah menyerahkan penyidikan kasus ini ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.

Kanit PPA Satreskrim Polres Jombang Ipda Agus Setiyani menjelaskan pihaknya telah menetapkan 4 pelaku yang diringkus Polsek Mojowarno sebagai tersangka pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. Keempat pemuda itu dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Masih kami korek satu per satu peran masing-masing tersangka,” jelasnya.

Saat kejadian, terdapat 9 pemuda di lokasi. Pihaknya baru mengamankan 6 pemuda tersebut. Empat jadi tersangka sementara dua lainnya masih berstatus saksi.

“Yang tiga lainnya masih buron,” tandas Agus.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tak Patuhi Aturan PSBB, Satu Restoran di Pulogadung Disegel

Read Next

Potensi Tsunami 20 Meter Selatan Jawa, Lakukan Mitigasi Sebagai Upaya Antisipasi