Pewaris yang Ingin Jual Surat Cerai Sukarno-Inggit Berpotensi Dipidana

Pewaris yang Ingin Jual Surat Cerai Sukarno-Inggit Berpotensi Dipidana

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/09/2020). Tito Z. Harmaen atau dikenal Tito Asmarahadi diketahui berencana menjual dokumen surat pernikahan dan perceraian Presiden Sukarno dan Inggit Garnasih.

Tito sendiri adalah cucu angkat Inggit. Ibu Tito, Ratna Juami, anak angkat dari Inggit Garnasih.

Tito hendak menjual surat nikah-cerai nenek angkatnya itu seharga Rp25 miliar. 

Direktur Pengolahan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Agus Santoso yang mengetahui rencana Tito tersebut berpendapat, ada unsur pidana terhadap orang atau pihak yang hendak menjual arsip kesejarahan. Hal itu tertuang dalam Pasal 87 dan Pasal 88 UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan atau UU Kearsipan.

Bunyi pasal dalam UU Kearsipan:

Pasal 87

Setiap orang yang memperjualbelikan atau menyerahkan arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan kepada pihak lain di luar yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). 

Pasal 88 

Pihak ketiga yang tidak menyerahkan arsip yang tercipta dari kegiatan yang dibiayai dengan anggaran negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah).  

Agus juga menyampaikan, dalam kasus tersebut pihaknya berupaya untuk melakukan pendekatan demi menghindari pidana. 

“Kasus ini beda, karena arsip itu dimiliki oleh yang bersangkutan. Dalam UU Kearsipan pasti ada pidananya,” kata Agus, dalam keterangannya kepada media, Jumat (25/09/2020).

“Tetapi kami menginginkan tidak terkena pidana, makanya kami akan berupaya mengadakan pendekatan kepada yang bersangkutan,” lanjutnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lereng Gunung Merapi Jadikan Lahan Mata Pencaharian Warga

Read Next

Catat, Sanksi Buang Sampah Sembarangan Masih Berlaku