Hebat, Pengrajin Tenun Desa Cepagan Tetap Eksis Meski Pandemi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/09/2020). Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang memiliki produk unggulan berupa kain tenun khas Desa Cepagan.

Hal tersebut dilakukan salah satu pengrajin Rozikin, yang menggeluti usahanya  sejak tahun 1990. Keunikan kain tenun ini diproduksi secara manual dengan menggunakan alat tenun bukan mesin membuat ada ciri tersendiri, kainnya sangat lembut.

Hasil kain tenun khas Desa Cepagan sudah merambah penjualan sampai ke Bali dan bahkan di kirim ke Eropa.

“Awalnya kami mengalami kesulitan untuk menjual pada masa pandemi Covid-19 ini. Pada awal bulan puasa kemarin sampai tujuh bulan, karena  kondisi pasar yang terdampak,” kata Pengrajin Kain Tenun Khas Desa Cepagan, Rozikin, dalam keterangannya di Gang 2 Kembaran Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (24/09/2020).

Saat ini penjualan kami ada peningkatan dari sebelumnya, karena pembeli kami yang di Bali minat pada kain tenun khas Desa Cepagan ini dan ingin melihat proses pembuatannya  secara langsung.

“Pada beberapa bulan lalu kesini dan mengobrol dan tercapai kesepakatan   jual beli yang tadinya secara cash sekarang saya ganti menjadi transfer, jika barang sudah sampai lokasi baru di bayar,” jelasnya.

Dijelaskannya, stategi untuk agar bisa bertahan yaitu dengan tetap berkomunikasi dengan relasi, inovasi varian motif produksi tenun, dan tidak lupa mempertahankan kualitas produk tenun.  

“Alhamdulilah dengan banyak inovasi  varian motif menjadi keunggulan di masa pandemi, seperti selendang, sarung pantai, dan syal kain rami cotton banyak diminati turis mancanegera,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, harga kain tenun khas Desa Cepagan ini  dijual di Pasar Bali kisaran harga Rp12.000 sampai Rp15.000,  jika  hasil produksi tenunnya di ekspor ke Negara seperti Australia, Amerika, dan Italia ini kami berikan kisaran harga Rp20.000.

“Terakhir melalui perantara di Bali kain tenun kami diekspor Amerika, Australia, dan Italia. Pada tanggal 11 September 2020 dan 18 September 2020  di ekspor ke Negara Italia dengan kuota 500 pcs dan 200 meter kain tenun,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Waspada Situs Pialang Tak Berizin, 777 Domain Sudah Diblokir

Read Next

Waduh, Pembayaran Bunga Utang Naik