Presiden Jokowi Perintahkan Pembangunan Pelabuhan Patimban Dipercepat

18 Lembaga Bakal Dibubarkan Pemerintah, Komnas Lanjut Usia Diantaranya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/09/2020). Presiden Joko Widodo memerintahkan agar pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat dipercepat. Percepatan pembangunan pelabuhan itu disebut Presiden Jokowi sangatlah penting untuk mempercepat roda perekonomian di Jawa Barat.

“Pelabuhan Patimban ini memiliki nilai strategis dalam pertumbuhan dan perdagangan di wilayah Jawa Barat,” kata Jokowi di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/09/2020).

Disambung Jokowi, Pelabuhan Patimban dapat melengkapi Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan demikian akan terbangun segitiga kawasan ekonomi di Jawa Barat. Yaitu Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dan kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Saat ini, proyek pembangunan tahap I Pelabuhan Patimban sudah lebih dari 90 persen. Berdasarkan jadwal, pembangunan pelabuhan berskala nasional itu akan selesai Oktober 2020 dan bisa dilakukan soft launching pada November 2020.

Jokowi meyakini, dengan hadirnya Pelabuhan Patimban ke depan Jawa Barat akan lebih banyak mengekspor barang-barang industri bila kawasan ini saling terkoneksi. Terutama ekspor barang-barang otomotif.

Pelabuhan Patimban nantinya akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor (car terminal) yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. Car terminal ini sendiri memiliki kapasitas tampung hingga 600 ribu kendaraan per tahun pada kondisi ultimate atau sudah selesai seluruhnya.

“Karena itu sudah beberapa kali menyampaikan juga saat peninjauan di lapangan agar dilakukan percepatan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban ini,” sambungnya.

Ingatkan Dampak Sosial

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa pembangunan pelabuhan haruslah memiliki strategi besar dalam meningkatkan perekenomian. Jokowi juga mengingatkan bahwa arah pengembangan pelabuhan utama juga harus jelas.

“Saya ingin mengingatkan agar strategi besar dan arah pengembangan pelabuhan-pelabuhan utama yang kita miliki, termasuk Patimban, Tanjung Priok, dan 28 Pelabuhan utama lainnya betul-betul terkonsolidasi,” tegas Jokowi.

Disambung Jokowi, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia harus saling melengkapi agar percepatan pertumbuhan sentra ekonomi regional segera tercapai.

“Selain itu, kita bisa semakin cepat memberikan pelayanan di bidang logistik, membuat produk-produk ekspor semakin efisien dan kompetitif,” sambung Presiden Jokowi.

Meski difokuskan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, Jokowi juga mengingatkan bahwa pembangunan pelabuhan juga harus memperhatikan dampak sosial dan ekonomi  terutama bagi nelayan di kawasan tersebut.

DIketahui belum lama ini, puluhan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Patimban melakukan aksi unjuk rasa di KSOP Patimban di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Para nelayan  menuntut agar pihak pelaksana pembangunan Pelabuhan Patimban memberikan uang ganti rugi dampak pembangunan pelabuhan tersebut.

“Saya juga ingin mengingatkan agar betul-betul diperhatikan dampak sosial dan ekonomi Pelabuhan Patimban ini bagi nelayan. Ini tolong dilihat betul,” kata Jokowi mengingatkan.

Jokowi  juga memerintahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun tangan mengecek dampak tersebut. Tak hanya itu, Jokowi juga memerintahkan KKP untuk menyediakan kapal jika nelayan membutuhkan.

“Kalau memerlukan dukungan sarana dan prasarana, kapal misalnya bagi para nelayan yang terdampak ini agar KKP ini bisa memberikan bantuannya kepada para nelayan,”  pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meyakini  dengan adanya Pelabuhan Patimban akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat dan juga negara.

“Pelabuhan ini dapat mendorong ekonomi masyarakat sekitar dan juga secara nasional,” kata Budi Karya.

Budi memaparkan Pelabuhan Patimban memiliki fasilitas pendukung yang memadai. Di antaranya, pelabuhan Patimban akan dilengkapi akses jalan tol dan jalur kereta api. Dengan fasilitas itu diharapkan ke depan akan dapat menjadikan kawasan Pelabuhan Patimban ini menjadi kawasan logistik yang sangat besar seperti Pelabuhan London Gateway.

 Tak hanya itu, dengan adanya Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor (Car Terminal) di Pelabuhan Patimban diyakini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor produk kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Diketahui selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Pelabuhan Patimban juga diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, sekaligus mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dari dan menuju Jakarta.

Diketahui Pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,75 juta peti kemas (TEUS).

Sementara itu tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 huta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7,7 juta TEUS (ultimate).

Pelabuhan Patimban nantinya akan melayani jenis muatan Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor (Car Terminal) yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. Car Terminal ini sendiri akan memiliki kapasitas tampung hingga 600 ribu kendaraan per tahun pada kondisi ultimate.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Driver Ojol Mengeluh, Pendapatan Menurun Sejak Pandemi

Read Next

Di Kapuas, Harga Gas Elpiji 3kg Melonjak Tajam