Teknologi Semakin Modern, Begini Nasib Buruh Cuci Baju Yang Beralih Ke Pedagang Sayur Keliling

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/09/2020). Banyaknya rumah tangga memiliki mesin cuci sendiri serta tumbuhnya usaha laundry membuat Ibu Cacih, 50 tahun, harus kehilangan pekerjaan. Ibu dua anak yang suaminya meninggal dunia ini bekerja sebagai buruh cuci baju di kampungnya, Bojong, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara.

Dalam keterangannya Bupati Dony Ahmad Munir, saat menyapa warga di Desa Rancamulya, Minggu (20/09/2020) mengatakan bahwa saat kehilangan pekerjaannya itu, salah seorang langganan cuci baju, Ibu Emi Suhaemi, 57 tahun mengajak untuk menjadi pedagang keliling sayuran.

“Ibu Emi hebat bisa menciptakan lapangan pekerjaan kepada yang membutuhkan,” katanya.

Ibu Emi memiliki warung kecil-kecilan menjual sayuran di teras rumahnya.

“Sejak dua tahun, Ibu Cacih keliling kampung menjual sayuran yang diambilnya dari warung saya,” kata Emi saat dialog dengan bupati.

Bu Cacih tinggal bersama anak bungsunya yang masih sekolah kelas delapan di Madrasah Sanawiah. Setiap pagi menjual sayuran keliling kampung dan sekitar pukul satu siang pulang untuk setor hasil jualan ke warung Bu Emi.

“Setelah selesai beres-beres di rumah baru jualan. Suami sudah meninggal dunia, anak paling besar sudah berumah tangga dan saya tinggal bersama anak yang maish sekolah kelas delapan di MTS,” kata Cacih.

Bupati memuji Bu Emi yang bisa membantu tetangganya dan diberi kesempatan bekerja yang saling menguntungkan.

“Saling membantu di lingkungan, tolong menolong adalah ciri khas budaya kita. Berbelanjalah ke warung di sekitar rumah kita untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Dony.

Bupati menyerahkan bantuan modal lepas untuk kedua ibu tangguh di Desa Rancamulya.

“Uang itu bantuan tambahan modal,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Nadiem Makarim Klarifikasi Isu Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah

Read Next

Di Sungai Kampar, Pesut Jantan Berenang Bebas