Dana Triwulan Tiga KLJ dan KPDJ Sudah Bisa Dicairkan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/09/2020). Kepala Seksi Jaminan Sosial, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Taufiq Hidayatullah, dalam keterangannya pada Senin (21/09/2020) menyampaikan bahwa para lansia dan penyandang disabilitas penerima dana kesejahteraan melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) sudah dapat mencairkan dana kesejahteraan triwulan tiga (Juli, Agustus, September) melalui ATM Bank DKI.

“Pencairan dana KLJ dan KPDJ sudah dapat dilakukan sejak Senin, 14 September 2020. Sebelumnya, pencairan dana triwulan dua (April, Mei, Juni) juga telah dilakukan pada pertengahan Agustus lalu,” terangnya.

Saat ini, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan pembersihan data penerima lantaran penerima kartu telah meninggal dunia, pindah rumah, maupun dianggap mampu. Hingga saat ini, telah dilakukan pembersihan data pada 1.021 lansia untuk KLJ, dan 126 orang untuk KPDJ. “Sebelum dilakukan pembersihan data, kami telah melakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu,” imbuhnya.

Taufiq juga  mengimbau, masyarakat dapat bijak dalam menggunakan atau mencairkan dana KLJ maupun KPDJ, dan tidak disalahgunakan oleh pihak pemegang kartu ATM Bank DKI dari penerima bantuan kesejahteraan tersebut. Sebagai informasi, KLJ dan KPDJ merupakan program pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia dan penyandang disabilitas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kartu ini, diberikan kepada perorangan yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan dan terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). KLJ dan KPDJ berbentuk kartu ATM Bank DKI, yang dapat dipergunakan untuk transaksi oleh pemegang kartu.

Jumlah dana yang diterima setiap lansia sebesar Rp 600.000,- per bulannya, dan sebesar Rp 300.000,- bagi penerima KPDJ. Dana tersebut dapat dicairkan tiap tiga bulan sekali. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

3.000 Pilkades Tahun Ini Ditunda Karena Tidak Terkontrol

Read Next

Bank-bank Besar Internasional Bergerak Triliunan, itu legal