Iran Buka Suara Siapa yang Akan Balas Dendam Untuk Jenderal Soleimani

Soleimani

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/09/2020). Tujuan balas dendam untuk Jenderal Iran Qasem Soleimani hanya mereka yang berpartisipasi dalam pembunuhannya, kata komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC, bagian dari angkatan bersenjata Iran) Hossein Salami.

Surat kabar Politico, mengutip sebuah sumber, sebelumnya memberitakan bahwa Amerika Serikat menuduh pihak berwenang Iran diduga mempertimbangkan kemungkinan menghilangkan duta besar Amerika untuk Republik Afrika Selatan (Afrika Selatan) Lana Marks sebagai tanggapan atas pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Said Khatibzade mengatakan bahwa klaim tentang rencana Teheran untuk membunuh duta besar Amerika untuk Afrika Selatan tidak berdasar. Pada saat yang sama, dia menyatakan bahwa Teheran tidak akan melupakan dan tidak akan memaafkan Washington atas “pembunuhan secara pengecut” terhadap Suleimani.

“Tuan Trump, balas dendam untuk jenderal besar kita adalah nyata dan serius. Menurut Anda, apakah demi darah saudara laki-laki dan martir kita, kita akan menyerang wanita itu, Duta Besar untuk Afrika Selatan? Kami akan menyerang mereka yang secara langsung atau tidak langsung berpartisipasi dalam kematian pria hebat ini.” katanya, Tasnim melaporkan.

Sebelumnya, otoritas Iran mengalokasikan lebih dari 30 orang, yang menurut Teheran, berpartisipasi dalam persiapan operasi melawan Suleimani. Di antara mereka adalah “pemimpin politik dan militer Amerika Serikat dan negara lain,” termasuk Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, mengomentari laporan pers tentang dugaan persiapan Teheran atas serangan yang ditujukan terhadap Amerika Serikat, dikatakan bahwa setiap serangan oleh Iran akan ditanggapi oleh Amerika “seribu kali lebih besar.”

Pada malam 3 Januari, Amerika Serikat melakukan operasi di dekat bandara internasional Baghdad untuk melenyapkan jenderal Iran, komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Qasem Soleimani dan wakil ketua al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, yang dianggap terlibat dalam pengorganisasian serangan terhadap kedutaan besar AS di Baghdad pada 31 Desember 2019. Iran menanggapi dengan menyerang pangkalan AS di Irak.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bytedance Menentang Keputusan Larangan Tiktok Di AS

Read Next

Hawai Akhiri Karantina Perjalanan Mulai 15 Oktober