Terancam Hukuman Mati, Polisi Kebut Berkas Penusuk Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber Sebut Penyerang Dirinya Terlatih, Bukan Orang Gila

Konfirmasitimes.com-Jakarta (19/09/2020). Polda Lampung telah menaikkan ke penyidikan kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber dengan tersangka Alfin Andrian (24). Penyidik juga telah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus ini ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

“Sudah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau SPDP ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung yang kemarin dikirimkan pada tanggal 15 September 2020,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Sabtu (19/09/2020).

Sementara itu Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung menunjuk tujuh orang jaksa yang akan mengawal proses penyidikan kasus ini.

Kepala kejaksaan negeri (Kajari) Bandarlampung, Abdullah Noer Deny mengatakan pihaknya sudah menerima SPDP dari penyidik Polresta Bandarlampung dengan nomor SPDP/228/X/2020/Reskrim.

“Sudah kami siapkan tujuh orang jaksa untuk menangani perkara penusukan Syekh Ali Jaber. Mengenai siapa saja jaksa yang ditunjuk, belum bisa saya sampaikan,” kata Abdullah.

Disambung Abdullah, pihaknya kini tengah mempelajari berkas perkara tersebut. Diketahui,Syekh Moh Ali Jaber ditusuk pelaku saat tengah mengusu kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, pada Minggu (13/09/2020) lalu.

“Setelah dipelajari berkasnya, baru kami akan tentukan langkah selanjutnya. Untuk sekarang ini, kan baru SPDP-nya saja yang masuk,” pungkas Abdullah.

Berkas Segera Dilimpahkan

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Rezky Maulana memastikan pihaknya akan mempercepat proses penyidikan kasus penusukan ini. Dan rencananya, pekan depan pihaknya akan melimpahkan tahap pertama berkas ke kejaksaan.

“Rencananya, Senin besok (21 September 2020) untuk pelimpahan berkas perkara tahap pertamanya,” terangnya.

Disambung Kompol Rezky, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi baik itu saksi dari pihak korban maupun saksi dari pihak tersangka, lalu para saksi mata (jemaah), perekam video saat kejadian dan saksi ibu-ibu yang diajak berfoto oleh korban Syekh Ali Jaber.

“Para saksi tersebut, yakni guna melengkapi berkas perkara yang saat ini kami kejar untuk segera kami limpahkan ke JPU,” sambungnya.

Pada Kamis (17/09/2020) lalu, kepolisian juga sudah melakukan rekonstruksi kasus penusukan Syekh Ali Jaber di dua TKP yakni di kediaman kakek tersangka Alfin Andiran di Gang Kemiri RT 07 Lk 01 dan di Masjid Falahuddin di Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat.

Dalam rekonstruksi tersebut penyidik menghadirkan langsung tersangka Alfin Andiran (24) dan korban Seykh Ali Jaber diwakili petugas kepolisian serta sejumlah saksi dengan disaksikan oleh JPU Kejari Bandarlampung serta kuasa hukum tersangka.

Total sebanyak 17 adegan diperagakan oleh tersangka, mulai saat dia mendengar suara Syekh Ali Jaber dari rumahnya, melakukan penyerangan, hingga tersangka diamankan warga.

Diketahui peristiwa penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber terjadi tak lama saat tausiah dimulai yakni pukul 16.00 WIB. Rencananya, tausiah bertema “Memperbaiki Hati” itu akan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

Menurut pengakuan Syekh Ali Jaber, dirinya diserang saat acara baru saja dimulai. Saat itu dirinya memanggil anak berusia 9 tahun untuk tes membaca hafalan Al-Quran. Ketika tes usai, dilakukan sesi foto dan saat itulah pelaku langsung naik ke atas panggung.

Semula Syekh Ali Jaber mengira bahwa pemuda tersebut akan ikut berfoto. Namun tak disangka, pemuda tersebut justru menyerang Syekh Ali Jaber dengan pisau. Beruntung serangan tersebut berhasil ditangkis sehingga tusukan itu hanya mengenai lengan bahu sebelah kanan.

Usai menyerang, pelaku langsung ditangkap oleh Jemaah dibantu petugas yang berada di lokasi. Bahkan jemaah yang marah sempat menghajar pelaku hingga babak belur.

Terancam Hukuman Mati

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan terhadap tersangka dijerat pasal berlapis. Salah satunya Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang percobaan Pembunuhan Berencana.

 Dikatakan Zahwani, tersangka ternyata sudah merencanakan lakukan pembunuhan terhadap Syekh Ali Jaber. Tersangka diketahui mengambil pisau ketika mendengar Syekh Ali Jaber berdakwah.

“Saat mendengar dakwah Syekh Alil Jaber lantaran menggunakan pengeras suara. Saat itu, tersangka mengaku tidak nyaman dengan kegiatan dakwah Syekh Ali Jaber,” kata Zahwani.

“Tersangka sempat merasakan berisik, maka tergerak hatinya untuk ambil senjata tajam dan datang ke lokasi,” sambungnya.

Oleh itu tersangka dijerat pasal berlapis yakni, Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun Subsider.

Kemudian, Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun subsider, Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Serta, Pasal 2 ayat (1) UU Darurat no 12 Tahun 1951 tentang tanpa hak menguasai dan membawa senjata tajam, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Raih Untung Dari Limbah Cangkang Kerang

Read Next

Penyebab Bambang Trihatmodjo Gugat Sri Mulyani