Tersangka Kasus Mutilasi di Apartemen Kalibata City Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Mutilasi di Apartemen Kalibata City Terancam Hukuman Mati

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/09/2020). Dua tersangka terancam hukuman mati karena terlibat kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria yang jasadnya ditemukan di dalam koper di Apartemen Kalibata City.

“Penerapan Pasal 340 KUHP dengan pidana mati atau seumur hidup atau Pasal 338 KUHP dan 365 KUHP,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (17/09/2020).

Korban bernama Rinaldi Harley Wismanu (33) meninggal karena dibunuh dan dimutilasi oleh tersangka yang merupakan sepasang kekasih berinisial DAF (26) dan LAS (27).

Motif pembunuhan tak lain adalah karena ekonomi. Kedua tersangka tersebut bersekongkol menghabisi Rinaldi untuk menguasai harta korban.

Demi melancarkan aksinya, LAS kemudian mengajak korban menyewa sebuah apartemen di Jakarta Pusat. Di apartemen itulah, DAF dan LAS menghabisi dan memutilasi korban.

Jenazah korban kemudian disimpan di Apartemen Kalibata City. Rencananya kedua tersangka menguburkan jasad korban di sebuah rumah yang mereka sewa, namun keduanya berhasil ditangkap sebelum melakukan aksinya.

Nana mengatakan kasus ini terungkap berdasarkan laporan polisi mengenai orang hilang yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Kasus ini terungkap dari laporan polisi orang hilang, setelah keluarga tidak bisa berkomunikasi dengan korban,” katanya.

Korban Rinaldi Harley Wismanu dilaporkan hilang ke Polda Metro Jaya pada 12 September 2020.

Adapun pelapor dalam laporan tersebut adalah Muhammad Arief Alfian Firdaus (24).

Menurut laporan tersebut korban tidak bisa dihubungi sejak 9 September 2020.

Begini Kronologi Aksi Keji Pelaku

Seperti diberitakan sebelumnya Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menguak kasus penemuan potongan tubuh yang disimpan di unit Lantai 16 Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Korban diketahui bernama Rinaldi Harley Wismanu (32).

Rinaldi dihabisi oleh pelaku yang merupakan pasangan kekasih yakni inisial DAF (26) dan LAS (27). Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, antara korban dan pelaku wanita yakni LAS sudah saling kenal sebelumnya melalui aplikasi kencan online Tinder.

Setelah berkenalan di Tinder, komunikasi keduanya berlanjut di WhatsApp. Komunikasi terakhir korban dengan LAS pada 5 September. Dalam komunikasi itu, keduanya berjanjian pada tanggal 7 September 2020 di sebuah apartemen di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

“Apartemen itu disewa sejak tanggal 7-12 September kemarin. Lalu, pada tanggal 9 September korban dan LAS masuk ke apartemen itu untuk saling bertemu,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/09/2020).

Dirinci Kapolda, sebelum korban dan pelaku LAS memasuki apartemen tersebut, tersangka DAF sudah terlebih dahulu berada di dalam apartemen dan bersembunyi di kamar mandi.

Saat di dalam kamar, korban dengan LAS sempat berbincang dan berhubungan badan. Saat tengah berhubungan badan itulah, tersangka DAF keluar dan membunuh korban.

“DAF memukul menggunakan batu-bata yang sudah disiapkan, lalu ditusuk hingga 7 kali, yang mana membuat korban meninggal dunia,” papar Kapolda.

Usai korban tewas, kedua pelaku sempat bingung hendak dikemanakan jasad korban. Keduanya lalu keluar dari apartemen dan ternyata membeli gergaji dan golok. Dengan berbekal alat itulah pelaku kemudian memutilasi korban menjadi 11 bagian.

“Menjadi 11 bagian dan bagian-bagian tubuh itu dimasukkan ke tas kresek, kemudian dimasukkan ke dua koper dan satu ransel,” sambungnya.

Adapun bercak darah di apartemen dicat oleh pelaku dengan cat putih dan sprei kasur langsung diganti.

“Lalu, mereka pindahkan koper itu ke apartemen di Kalibata. Mereka lalu menguras isi rek korban, membeli logam mulia, perhiasan, motor dan menyewa rumah di Cimanggis yang akan dipakai untuk mengubur korban, itu rangkaiannya,” ungkap Kapolda.

Korban Rinaldi Harley Wismanu (32) diketahui sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada 12 September 2020 lalu. Rinaldi dinyatakan hilang sejak 9 September 2020.

Korban merupakan seorang pekerja di bagian Human Resource & General Affair Manager di salah satu perusahaan kontruksi. Pelaku pembunuhan terhadap Rinaldi dibekuk tak sampai 24 jam sejak ditemukannya korban mutilasi di lantai 16 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, oleh Tim Jatanras Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Dari keterangan pelaku, semula mereka berencana menguburkan korban di sebuah rumah yang sudah mereka sewa di wilayah Depok, Jawa Barat. “Menyewa rumah di Cimanggis, Depok, untuk mengubur korban,” ungkap Kapolda.

Pelaku sudah menggali lubang di belakang rumah kontrakan yang mereka sewa tersebut. Namun sebelum dikubur di lokasi tersebut, jasad korban terlebih dahulu disimpan di Apartemen Kalibata City. Unit apartemen itu sendiri, kata Kapolda, memang sengaja disewa oleh dua tersangka.

“Setelah kejadian ada kekhawatiran sehingga mereka pindahkan dari apartemen di Pasar Baru ke Kalibata, mereka menyewa juga beberapa hari sambil menunggu (untuk dikuburkan),” imbuh Kapolda.

Dirinci Kapolda, kedua tersangka memindahkan jasad korban dari Pasar Baru ke Kalibata menggunakan taksi online.

Detail motif pembunuhan

Sementara itu terkait motif pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan pelaku, dipastikan Kapolda karena keduanya ingin menguasai harta benda korban. Diketahui korban bekerja sebagai Human Resource & General Affair Manager di sebuah perusahaan konstruksi.

“Motif ingin menguasai harta korban,” sebut Kapolda menambahkan bahwa para tersangka sudah mengetahui bahwa korban memiliki kemampuan ekonomi atau finansial yang baik.

“[Korban) Dianggap orang berada sehingga keduanya berencana menghabisi nyawa korban kemudian mengambil barang dan uang,” sambungnya lagi.

Usai menghabisi korban, kedua tersangka langsung menguras rekening korban. Kapolda menyebut sekitar Rp97 juta uang korban berhasil dikuras tersangka.

“Mereka menguras rekening korban dengan membeli logam mulia berbagai ukuran, emas, motor N-max dan menyewa rumah di Depok untuk mengubur korban,” pungkasnya.

Tersangka terancam hukuman mati

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipastikan Kapolda akan dijerat dengan pasal berlapis.

“Kedua tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau dalam waktu tertentu, maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Manfaatkan Sampah Plastik, Tetap Kreatif dan Berusaha

Read Next

Tidak Semua Siswa Miliki Smartphone, Program Guru Sambang Solusi Efektif Saat Pandemi