Wisata River Tubing “Wisnu Kencana” di Desa Tawangsari Teras Masih Tutup Untuk Pengunjung

Lokasi River Tubing Wisnu Kencana

Lokasi River Tubing Wisnu Kencana

Konfirmasitimes.com-Boyolali (17/09/2020). Lokasi wisata river tubing “Wisnu Kencana” di Desa Tawangsari Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, saat ini masih ditutup bagi para pengunjung yang ingin mencoba adrenalinnya. Penutupan tersebut dilakukan seiring dengan dengan melonjaknya kasus Covid -19 yang terjadi di daerah Boyolali akhir – akhir ini. Sedangkan melonjaknya kasus tersebut berasal dari beberapa klaster, seperti klaster Bawaslu, klaster petugas lapangan, klaster pasar peterongan dan lainnya.

Lokasi River Tubing Wisnu Kencana
Lokasi River Tubing Wisnu Kencana

Wisata river tubing sendiri berada di aliran Sungai Pepe yang terletak kurang lebih 15 km dari Kota Boyolali dan sekitar 2 km dari jalan raya Solo – Semarang. Sedangkan untuk startnya dimulai dari Desa Dlingo Kecamatan Mojosongo dan berakhir di bendungan Desa tawangsari Kecamatan Teras, dengan panjang lintasan 1,5 Km yang biasa ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. River tubing Wisnu Kencana merupakan salah satu obyek wisata andalan yang terdapat di desa tersebut dengan mengandalkan aliran sungai sebagai daya tariknya. Selain itu di desa tersebut juga terdapat obyek wisata lainnya seperti Campbel 2 Park, Workshop Batik Sriekandi Patra, dan yang terbaru yakni Jembatan Orange yang biasa buat selfi para instragamable.

Pintu masuk lokasi River Tubing “Wisnu Kencana”
Pintu masuk lokasi River Tubing “Wisnu Kencana”

Kejelian dan kreatifitas pemerintahan desa setempat menjadikan wisata sungai tersebut ramai dikunjungi wisatawan lokal yang datang setiap hari minggu maupun hari libur lainnya. Pemerintah desa setempat sudah mampu memaksimalkan potensi lokal yang ada di daerahnya dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dari PT Pertamina TBBM Boyolali. Namun saat ini, lokasi tersebut masih ditutup dan entah sampai kapannya belum diketahui.

Sekertaris Desa Tawangsari Kecamatan Teras Boyolali
Sekertaris Desa Tawangsari Kecamatan Teras Boyolali

“Saat ini lokasi river tubing masih ditutup untuk umum, namun sampai kapannya belum tahu, mungkin tergantung dari situasi dan kondisi secara umum terkait dengan adanya lonjakan kembali kasus Covid-19 yang terjadi di Daerah Boyolali dan sekitarnya” ujar Rendy Widodo, Sekertaris Desa Tawangsari via telepon.

Ramai Pengunjung

Banyak pengunjung yang kecewa dengan masih ditutupnya lokasi wisata tersebut, hal ini nampak dari raut muka para pengunjung yang datang baik secara rombongan maupun pribadi ke lokasi wisata uji adrenalin itu. Dari pantauan awak media Konfirmasitimes.com pada Rabu, 16 September 2020, banyak pengunjung yang datang dan akhirnya kembali lagi setelah mengetahui lokasi wisata tubing tersebut masih ditutup untuk umum.

Rombongan pengunjung yang ada di lokasi River Tubing
Rombongan pengunjung yang ada di lokasi River Tubing

“Kami datang rombongan dari Desa Bolon Kabupaten Karanganyar, sedianya ingin mencoba derasnya arus sungai di lokasi wisata river tubing ini, tidak tahunya masih ditutup untuk umum”, ungkap Ibu Wiwik salah satu pengunjung yang datang bersama rombongan desanya.

“Namun kami juga maklum adanya, mengingat dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 yang terjadi di Boyolali khususnya”, ungkapnya lebih lanjut.

Hal senada juga di ungkapkan Ibu Amel yang datang dari daerah Banyudono, dimana dia datang bersama keluarga dan keponakannya yang ingin mencoba tubing di aliran Sungai Pepe tersebut. Karena masih ditutup untuk umum maka dia memutuskan untuk pulang dan lain waktu jika kondisi sudah memungkinkan maka akan kembali ketempat wisata tersebut lagi.

Banyak warga dan pengunjung berharap, semoga pandemi yang terjadi saat ini bisa lekas berakhir dan kehidupan kembali normal seperti dahulu, sehingga potensi lokal yang saat ini banyak dijadikan primadona sebagai wisata bisa mendatangkan lagi para pengunjungnya yang ingin menikmati suasana pedesaan yang terdapat disekitar area wisata.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ribuan Usaha Mikro Kabupaten Semarang Lolos Seleksi Bantuan Produksi Usaha Mikro

Read Next

Kekeringan Landa 28 Desa di Kabupaten Bogor