Pandemi Pengaruhi Harga Cabai

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/09/2020). Semenjak berlangsungnya pandemi Covid-19, harga jual cabai di Temanggung, tidak menggembirakan. Saat ini ditingkatan petani untuk cabai rawit merah hanya di kisaran Rp5.000 per Kg, sehingga petani mengeluh merugi.

Anifatul Isnaeni (30) salah seorang petani asal Lingkungan Sroyo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung mengaku mengalami kerugian hingga Rp5 juta pada posisi harga jual cabai rawit merah Rp5.000 per Kg. 

Ia memiliki lahan cabai seluas 1800 meter persegi. Ia memanennya tiap empat hari sekali. Tiap panen ia bisa mendapatkan sekitar 80 kg cabai. 

“Saya jual ke pengepul. Katanya pasaran harga cabai memang jatuh sejak pandemik. Jika tidak ada pandemik kemungkinan harga bisa lebih tinggi,” ujar Anifatul, dalam keterangannya, Senin (14/09/2020).

Menurutnya, sebelum pandemi Korona, harga jual cabai rawit merah bisa mencapai Rp 30.000 per Kg di tingkatan petani. Cabai jenis ini memang selalu bertahan di harga tinggi. Kemudian masuk masa pandemik harga terus turun dari Rp20.000 menjadi Rp5.000 per Kg saat ini.

“Kalau harga cabai Rp20.000 sebenarnya sudah rugi. Kalau sampai Rp 5.000 ruginya tambah banyak,” katanya.

Budi (40) petani dari Desa Lungge menduga permintaan cabai oleh para penjual makanan cenderung sepi selama pandemi. Karenanya harga cabai cenderung jatuh.

Ia memiliki lahan seluas 2000 meter persegi. Ia pun juga menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 5.000 per kg saat ini.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tak Taat, Hukuman Ini Menanti Pelaku Usaha

Read Next

Peserta Kampanye Pilkada 2020 Dibatasi