Kebakaran Melanda 8 Ruko Di Majene

Kebakaran

Konfirmasitimes.com-Sulbar (14/09/2020). Sejumlah Rumah dan Toko hangus terbakar dilalap si Jago merah. Peristiwa kebakaran tersebut berlokasi di kawasan padat penduduk di Jl. Mayjen Azis Bustam Saleppa, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Senin 14 September 2020.

Titik pusat api untuk pertama kalinya diperkirakan dari Toko Pelita, dan kemudian cepat menyebar ke beberapa unit toko dan rumah yang ada disekitarnya.

Menurut salah seorang warga, Rahmawati, kebakaran terjadi pada shubuh hari, di saat orang kebanyakan masih terlelap tidur, sehingga kondisi di jalan masih sangat sepi.

“Kebakarannya terjadi sekitar pukul 04.00 Wita, saat itu saya masih tertidur, tiba-tiba mendengar suara ribut-ribut di pinggir jalan, yang biasanya sangat sepi. Eh, ada teriak api…api…, langsung saja saya bangun dan keluar rumah untuk mencari tahu dimana lokasi kebakaran, ternyata lokasinya tidak begitu jauh dari rumah. Saya melihat apinya sudah membesar di udara. Orang-orang juga sudah banyak berlarian menuju lokasi kebakaran,” bebernya.

Rahma menjelaskan apinya sangat besar, dan cepat menyebar ke beberapa rumah di sekitarnya, sehingga menyulitkan untuk segera memadamkannya.

“Api cepat menyebar berhubung rumah dan toko sebagian besar terbuat dari bahan semi permanen, seperti kayu, tripleks dan lain-lain,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan selain bahan bangunan yang mudah terbakar, kencangnya angin  juga semakin memperparah kobaran api.

“Selain itu angin kencang  pagi tadi juga menambah api cepat membesar dan cepat menyebar ke sekitarnya, maka wajar api tidak  mudah dipadamkan,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Natsir, salah seorang warga Saleppa,  ia mengaku dia bersama masyarakat lainnya cukup kesulitan untuk memadamkan api.

“Kami bersama dengan aparat kepolisian berusaha memadamkan api, namun apinya cukup besar sehingga membuat kami sangat kesulitan untuk segera memadamkan api,” imbuhnya.

Natsir juga menyampaikan, pihak kepolisian menurunkan water canon untuk memadamkan kobaran api yang cukup besar.

“Mobil water canon milik polisi ikut membantu warga dalam memadamkan api, sementara kami sebagai warga hanya bisa memadamkan api dengan alat seadanya seperti menggunakan ember dan perlengkapan lainnya yang bisa mengurangi kobaran api,” terangnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga menurunkan sejumlah personel untuk mengatur arus lalu lintas yang tiba-tiba padat akibat banyaknya masyarakat yang penasaran dan ingin melihat kebakaran.

“Masyarakat dari beberapa penjuru tiba-tiba berdatangan sehingga membuat jalanan sesak dan penuh kendaraan, baik yang roda dua maupun roda empat. Untungnya ada pihak kepolisian yang mengatur lalu lintas agar berjalan dengan tertib,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, meskipun petugas pemadam terlambat datang untuk memadamkan api, berhubung kondisi di lokasi sangat padat oleh kerumunan orang dan kendaraan, sehingga akses masuk ke lokasi sangat sulit. Namun kedatangannya sangat membantu proses pemadaman api.

“Mobil pemadam akhirnya datang ke lokasi kebakaran, dan disitulah kami sangat terbantu, dan apinya juga bisa dipadamkan, meskipun kondisi 8 rumah dan toko yang jadi korban api sudah hampir rata dengan tanah,” pungkasnya.

kebakaran

Natsir juga mengakui bahwa sampai sejauh ini penyebab kebakaran belum diketahui, berhubung belum ada info resmi yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian maupun pihak terkait.

“Masalah penyebab kebakaran belum diketahui lebih jelas, apakah karena arus pendek atau apa, itu belum jelas, karena sejauh ini, kami hanya bisa menduga-duga penyebab api yang muncul di salah satu toko,” terangnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian material akibat dari kebakaran yang terjadi di Majene diperkirakan ratusan juta rupiah.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bawaslu Magelang Kerjasama Bentuk Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang

Read Next

Destinasi Viral, Taman Kali Tuntang yang Instagramable Perlu Dijaga Keindahan dan Kenyamanannya