Gempa Bumi Di Mamuju Tengah Kagetkan Warga

doa ketika terjadi gempa

Konfirmasitimes.com-Sulbar (14/09/2020). Warga Mamuju Tengah, Sulawasi Barat. Kembali digemparkan dengan guncangan yang  sempat dirasakan pada tengah malam. Tepatnya Hari Minggu, 13 September 2020 pukul 23.59.59 WITA. Guncangan yang disinyalir sebagai gempa tektonik, sontak membuat warga khawatir.

gempa bumi

Menurut  Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG,  Rahmat Triyono,  Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,06 LS dan 119,30 BT.

“Tepatnya berlokasi di darat pada 21 km arah Barat Kota Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km,” terangnya. 

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memantau sejauh ini perkembangan gempa bumi di Mamuju Tengah. “Hingga hari Senin, 14 September 2020 pukul 00.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ),” imbuhnya.

Sehingga, Rahmat memberikan kesimpulan bahwa gempa yang terjadi di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, tidak menimbulkan tsunami.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” terangnya.

Namun, pihaknya tetap menghimbau agar masyarakat  agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.

Selanjutnya, Rahmat juga memberi saran agar masyarakat jika ingin mengetahui info terkini dan terpecaya tentang gempa bumi, harus langsung mencari dari info resmi yang dikeluarkan oleh pihak BMKG, baik pusat maupun daerah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” jelasnya. 

Sementara itu, masyarakat Mamuju Tengah, sempat ketakutan dengan adanya gempa tektonik dengan 4.9 skala richter. Fandi, salah seorang warga mengungkapkan bahwa dia sempat lari keluar rumah, takutnya rumahnya roboh.

“Saya masih duduk santai, tiba-tiba ada getaran. Saya langsung lari keluar rumah, khawatir rumah saya ambruk akibat getaran gempa. Meskipun getarannya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Ia juga menggambarkan selain getaran yang dirasakannya, ia juga memperhatikan benda-benda ringan yang digantung di rumah ikut bergoyang akibat getaran gempa.

“Hiasan dinding, lampu yang tergantung, dan bingkai foto sempat bergoyang ketika gempa terjadi,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nurhidayat, ia mengaku sudah tidur, tiba-tiba harus bangun akibat beberapa tetangganya sempat gaduh setelah gempa bumi terjadi.

“Saya bangun karena kaget suara ribut di luar rumah, sekarang saya masih merasa was-was takutnya ada gempa susulan,” terangnya

Ia begitu khawatir, berhubung jarak lokasi gempa dengan kediamannya cukup dekat.

“Jarak lokasi gempa dengan rumah saya hanya berkisar 6 km, makanya gempanya cukup berasa” imbuhnya.

Meskipun getaran gempa sempat membuat panik warga Mamuju tengah dan beberapa kabupaten di sekitarnya seperti  Kab. Pasangkayu, Kab. Mamuju dan Kab. Majene. 

Namun hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tak Boleh Bertambah, Bangunan di Cisoka

Read Next

Bawaslu Magelang Kerjasama Bentuk Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang