Begini Kronologi Penusukan Syekh Ali Jaber

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/09/2020). Ulama Syekh Moh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat tengah mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, pada Minggu (13/09/2020) kemarin sore. Akibat insiden itu, Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian atas tangan kanannya akibat ditusuk menggunakan senjata tajam.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, peristiwa terjadi tak lama saat tausiah dimulai yakni pukul 16.00 WIB. Rencananya, tausiah bertema “Memperbaiki Hati” itu akan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

“Kegiatan itu baru dimulai sekitar 15 menit pertama, itu sedang melakukan interaksi kepada para jemaah dengan Syekh Ali Jaber,” kata Zahwani menambahkan saat itu Syekh Ali Jaber tengah melakukan sesi foto dengan para Jemaah.

Di saat itulah, ada seorang laki-laki yang tak dikenal menghampiri dari sisi kanan dan langsung mencoba menusuk Syekh Ali Jaber.

“Tiba tiba ada seseorang yang maju ke depan, hah itu dipikir ke depan mau menyerahkan handphone ini namun rupanya dia akan menyerang tapi karena kewaspadaan dan cegah tangkal yang cukup tinggi dari Syekh Ali Jaber serangan itu bisa ditangkis sehingga tusukan itu hanya mengenai lengan bahu sebelah kanan,” sambungnya.

Akibat luka itu, Syekh Ali Jaber langsung dibawa oleh jamaah pengajian ke Puskesmas Gedong Air dengan mengunakan mobil untuk pertolongan pertama. Sedangkan pemuda yang menusuk Syekh Ali Jaber langsung ditangkap di lokasi saat itu juga oleh sejumlah Jemaah dibantu petugas.

Hingga saat ini, pelaku penusukan masih diperiksa intensif oleh Polresta Bandarlampung. Barang bukti pisau yang dipakai pelaku untuk menusuk Syekh Ali Jaber juga sudah diamankan.

. “Untuk sementara pelaku sudah kita amankan dan periksa. Sedangkan untuk identitas pelaku akan kita beritahukan selanjutnya,” imbuh Zahwani.

Disebut Alami Gangguan Jiwa

Pelaku sendiri disebut-sebut bernama Alfin Andrian berumur 24 tahun, lahir pada 1 April 1996. Dia tinggal di Jalan Tamin Gang Kemiri, Kelurahan Suka Jawa bersama orang tuanya. Kondisi pelaku sendiri babak belur setelah dihajar oleh para Jemaah saat ditangkap.

Kondisi kejiwaan pelaku sempat menjadi heboh di jagat sosial media. Pasalnya, pemuda berusia 22 tahun tersebut dikabarkan sudah empat tahun mengalami gangguan kejiwaan akibat ditinggal ibunya keluar negeri menjadi TKW di Hongkong.

Meski demikian terkait kondisi kejiwaan pelaku tersebut masih ditelusuri oleh pihak kepolisian.

“Ya pelaku penusukan telah diamankan di Polsek bersama barang bukti pisau dapur. Soal kabar pelaku mengalami gangguan jiwa masih kita dalami. Kemungkinan kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ini akan diambil alih Polresta Bandarlampung penanganan perkaranya, ” pungkas Zahwani.

Sementara itu Syekh Ali Jaber bersyukur hanya mendapat luka ringan akibat aksi penusukan itu. Dirinya mendapatkan sebanyak 10 kali jahitan di tangan kanannya.

“Alhamdulilah sudah membaik dan juga dijahit cukup dalam. Ada 10 jahitan, enam di dalam dan empat di luar,” kata Syekh Ali Jaber.

Diulasnya, insiden itu berawal saat dirinya baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggung.

“Acara baru awal, saya panggil anak 9 tahun untuk tes bacaannya karena itu acara wisuda hafalan Al Quran, ketika selesai keluarga minta foto. Saat itu, ada seseorang pemuda lari ke atas panggung,” paparnya.

Dengan refleks, Syekh Ali Jaber lalu menangkis tusukan pemuda tidak dikenal itu. “Alhamdulillah, saya sempat melihat, kalau tidak mungkin tusukan bisa kena leher atau dada saya,” tutupnya.

Polisi Diminta Usut Tuntas

Menanggapi peristiwa itu, Ketua Dewan Pertimbangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyebut perbuatan tersebut bentuk kriminalisasi terhadap ulama. Din meminta agar polisi mengusut tuntas kasus ini.

“Peristiwa penusukan atas Syekh Ali Jaber di tengah pengajian di Masjid Fallahuddin, Lampung, sungguh mengagetkan dan patut dikecam. Tindakan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama, dan kejahatan berencana terhadap agama dan keberagamaan,” kata Din dalam keterangan tertulisnya.

Din meminta Polri menyingkap pelaku dan dugaan aktor  yang berada di belakangnya. Dan menyeret pelaku ke meja pengadilan dengan tuntutan hukum maksimal. Din berharap Polri tak percaya begitu saja soal pengakuan pelaku mengalami gangguan jiwa.

“Polri agar tidak mudah menerima pengakuan dan kesimpulan bahwa pelakunya adalah orang gila, sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu yang sampai sekarang tidak ada kejelasan,” imbuhnya lagi.

Pada kesempatan ini, Din meminta kepada Polri untuk selalu menjamin keamanan para tokoh agama, khususnya ulama dan dai, serta mengusut gerakan ekstrimis yang anti agama dan hal yang bersifat keagamaan. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Umumkan PSBB Total, Anies Tutup 27 Destinasi Wisata di DKI Jakarta

Read Next

Tak Boleh Bertambah, Bangunan di Cisoka