Angka Pengangguran dan Kemiskinan di Bengkulu Mengalami Penurunan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/09/2020). Pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Bengkulu terus mengalami penurunan pada angka terendah sejak 5 tahun terakhir.

Dalam keterangannya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Jaduliwan, saat diskusi tentang progres pembangunan selama 3 tahun terakhir di Aula Diskominfotik Bengkulu, Minggu (14/09/2020) mengatakan bahwa dari data Badan Pusat Statistik Bengkulu, menurut Jaduliwan menunjukkan bahwa, angka kemiskinan Bengkulu dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan signifikan sepanjang sejarah provinsi Bengkulu berdiri.

Tercatat sejak September 2015, angka kemiskinan Bengkulu berada di angka 17,16%. Pada tahun 2016 turun jadi 17,03%. Tahun 2017 kembali turun jadi 15,59%. Sementara tahun 2018 juga mengalami penurunan di angka 15,41% dan pada tahun 2019 turun hingga angka 14,91%.

Jaduliwan juga menambahkan bahwa untuk angka pengangguran provinsi Bengkulu, terus digenjot ke angka terendah. Mulai di angka 4,91% pada tahun 2015 hingga terus mengalami penurunan pada tahun 2018 di angka 3,51% dan terendah di angka 3,39% pada tahun 2019. Sehingga provinsi Bengkulu berhasil menurunkan angka pengangguran terendah se-Sumatera dan terendah ketiga nasional.

“Tentu ini buah dari kerja keras birokrasi yang sungguh-sungguh serta terobosan dari gubernur Rohidin dan kerja sama yang utuh antar sektor. Baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota,” jelas dia.

Jaduliwan mengatakan bahwa kerja keras Gubernur Rohidin terbayar dengan perolehan berbagai prestasi tingkat nasional dan mendapat pengakuan publik dari berbagai kategori. Dalam ketegori tata Kelola birokrasi, Bengkulu berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut.

Seperti pada ketegori insfrastruktur potensial dan pelayanan publik, Bengkulu dua kali berhasil raih penghargaan platinum dalam ajang Indonesia’s Attractiveness Award yang diselenggarakan oleh PT Tempo inti Media TBK dan Frontier Group.

Dia menambahkan, membangun koordinasi dengan lintas sektor, membawa provinsi Bengkulu dinobatkan sebagai pengendali inflasi terbaik nasional untuk wilayah Pulau Sumatera.

Tidak hanya itu, dia memaparkan, bahwa indeks pembangunan pemajuan kebudayaan Provinsi Bengkulu juga berhasil menempati posisi keempat terbaik nasional setelah Jawa Tengah, Bali dan Yogyakarta serta mengungguli angka rata-rata nasional pada tahun 2019 lalu.

Begitu juga kualitas pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat terus meningkat, sehingga indeks pembangunan manusia di Provinsi Bengkulu berhasil masuk dalam pembangunan manusia kategori tinggi dengan angka sebesar 70,64%.

Selain itu, lebih lanjut Jadul menjelaskan, indeks pembangunan pemuda di Provinsi Bengkulu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 45,50% naik menjadi 59,83%.

Gubernur Rohidin juga berhasil membawa laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu meningkat. Serta berhasil meningkatkan indeks pembangunan desa dalam rentan waktu sejak memimpin hingga 2018.

Aksi dan terobosan Pemprov Bengkulu juga berhasil meningkatkan investasi sejak lima tahun terkahir, yang sebelumnya hanya 0,216 triliun melonjak menjadi Rp6,733 triliun.

Pada penyelenggaraan pemerintah daerah secara nasional, provinsi Bengkulu juga berhasil menempati posisi yang sangat baik jika dibandingkan sebelum kepemimpinan pemerintahan saat ini.

“Pembangunan Bengkulu menatap ke arah lebih baik. Karena kinerja yang lebih fokus untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain,” tutup dia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 14 September

Read Next

Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini, 14 September