Ingat, Pelaku Balap Lari Liar Ada Sanksi nya Lho

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/09/2020). Seperti halnya balapan liar, balap lari liar juga tidak diperbolehkan alias dilarang. Apalagi, aksi tersebut kerap mengakibatkan penutupan jalan.

Aksi balap lari liar belakangan ini marak terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta. Ada sanksi pidana kepada para pihak yang turut serta dalam aksi balap lari liar.

“Enggak boleh, setiap orang tidak boleh tanpa seizin dari pihak yang berwenang, enggak boleh ini,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, dalam keterangannya, Minggu (13/09/2020).

Dirlantas menambahkan ada sanksi pidana bagi pihak-pihak yang turut serta dalam aksi balap lari yang mengakibatkan penutupan jalan.

“Ada sebetulnya sanksinya itu,” ungkapnya.

Sanksi tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Pada pasal 12 ayat 1 diatur bahwa setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.

Jika melanggar, nama dapat dikenakan sanksi pidana yakni penjara selama 18 bulan atau denda paling banyak Rp1,5 miliar. Hal itu merujuk pada Pasal 63.

Sejauh ini tambah Dirlantas, pihaknya belum pernah membubarkan aksi balap lari liar. Sebab, biasanya mereka langsung membubarkan diri.

Namun, Dirlantas menegaskan jika pihaknya menemukan aksi balap lari liar, maka akan langsung dibubarkan.

“Kalau bentuk balap sepeda motor, balap mobil kita sering bubarkan, tapi kalau untuk balap lari karena mereka waktunya hanya sebentar-sebentar, kadang kita datangi mereka sudah bubar gitu,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ramainya Pantai Bongen, Wisatawan Antusias Berlibur

Read Next

Petani Tuban Beralih ke Inpari 32 Yang Lebih Menguntungkan